Sabar OM masih Loading...
Orang sabar disayang Janda :-)
Ayo OM Bantu Like & Follow Fanspage Realsht.mobi Please lah OM
GET LINK

covid-19 indonesia :

Positif
Sembuh
Meninggal

Makalah Ketimpangan Sosial di Kalangan Masyarakat Kecil

     Apa Itu Ketimpangan Sosial ? Ketimpangan sosial merupakan bentuk ketidak adilan dalam berbagai bidang terutama ekonomi  dalam masyarakat kalangan kecil. Berikut Makalah Ketimpangan Sosial di Kalangan Masyarakat Kecil 

BAB  I
PENDAHULUAN
1. 1 Latar Belakang
      Makalah ini kami tujukan khususnya untuk kalangan remaja, pelajar dan generasi muda yang tidak lain adalah sebagai generasi penerus bangsa agar kita semua mengenal akan ketimpangan yang terjadi di Indonesia dan dampaknya bagi kehidupan dan kemakmuran masyarakat Indonesia. Kami membuat makalah ini karena prihatin akan kondisi ketimpangan yang sangat mencolok dan berdampak buruk bagi kehidupan bangsa dan negara. Oleh karena itu, kami berharap agar para generasi muda Indonesia termotivasi untuk membangun negri ini dengan baik agar dapat mengurangi ketimpangan yang terjadi di bidang apapun setelah membaca makalah ini.
1. 2 Rumusan Masalah
1) Apa yang dimaksud ketimpangan sosial ?
2) Apa saja factor yang mempengaruhi ketimpangan sosial ekonomi ?
3) Apa dampak yang akan ditimbulkan oleh ketimpangan sosial ekonomi ?
4) Bagaimana upaya pemerintah dalam mengatasi ketimpangan sosial ekonomi ?
1. 3 Tujuan Penulisan
1) Sebagai sarana penambah ilmu pengetahuan.
2) Sebagai informasi untuk mengetahui akibat dan dampak ketimpangan sosial di bidang ekonomi serta mengetahui langkah yang perlu diambil untuk mengatasi masalah tersebut.

BAB II
KAJIAN TEORI
2. 1 Definisi Ketimpangan Sosial
      Ketimpangan sosial adalah bentuk-bentuk ketidak-adilan yang terjadi pada proses pembangunan. Ketimpangan sosial sering dipandang sebagai dampak residual dari proses pertumbuhan ekonomi, sedangkan ketimpangan sosial ekonomi adalah ketidakseimbangan diantara masyarakat dalam sektor ekonomi. Ketimpangan atau kesenjangan mengacu pada persebaran ukuran ekonomi antar individu masyarakat, antar kelompok masyarakat, dan bisa juga antarnegara. kekayaan, pendapatan, dan konsumsi adalah indikator untuk mengukur ketimpangan sosial ekonomi.     Sementara itu, masalah ketimpangan sosial ekonomi biasanya berkutat pada masalah kesetaraan ekonomi, kesetaraan pengeluaran, dan kesetaraan kesempatan, seperti ketimpangan sosial lainnya, ketimpangan sosial ekonomi juga termasuk ke dalam masalah sosial. Sebab, ketimpangan ini mengakibatkan kerugian kepada setiap lapisan masyarakat yang ada di suatu negara, termasuk Indonesia.
     Menurut Andrian of Chaniago, ketimpangan sosial adalah buah dari pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, dimana pemerintah cenderung mementingkan aspek ekonomi dalam pembangunan dibanding dengan aspek sosial. Ketimpangan sosial dianggap sebagai masalah sosial masalah ini dialami dan dirasakan seluruh aspek masyarakat, dimana ketimpangan sosial ini terbentuk oleh ketidakadilan.
Faktor penyebab Ketimpangan Sosial Ekonomi
Secara umum, ketimpangan sosial, khususnya ekonomi dipengarhi oleh dua faktor, yaitu:
1) Faktor Internal: faktor ketimpangan sosial ini ada di dalam diri masyarakat, tertama menyangkut kualitas yang ada di dalam diri, seperti tingkat pendidikan, kecerdasan, kesehatan, dan lain sebagainya.
2) Faktor Eksternal: faktor ketimpangan sosial ini berada di luar diri seseorang. Faktor ini muncul dari kebijakan atau birokrasi pemerintah yang mengekang atau mengucilkan satu pihak tertentu. Faktor eksternal bisa menimbulkan kemiskinan struktural.
Dampak yang ditimbulkan oleh ketimpangan sosial ekonomi
Kesenangan sosial ekonomi menimbulkan sejumlah dampak,   yaitu:
1) Dampak Positif:
Mendorong wilayah yang tertinggal untuk meningkatkan kualitas diri dan mampu bersaing dengan daerah yang lebih maju.
Meningkatkan upaya untuk mendapat kesejahteraan ekonomi yang tinggi.
2) Dampak Negatif:
Adanya kecemburuan sosial.
Adanya diskriminasi terhadap pihak yang tersisihkan.
Melemahkan stabilitas dan solidaritas masyarakat
Kriminalitas dan Kemiskinan
Tingkat kemakmuran masyarakat berkurang

BAB III
PEMBAHASAN
3. 1 Keadaan Ketimpangan Sosial di Desa Sidoharjo Rt 03 Rw 02 Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal
     Rt 03/Rw 02 Desa Sidoharjo yang terletak di Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal tersebut merupakan desa yang jumlah penduduknya terdiri dari 225 kepala keluarga. Jumlah penduduk yang kurang mampu di desa ini ada 50% yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai buruh tani melati yang kisaran rata – rata jumlah penghasilannya 50 ribu perhari, penduduk di rt ini sepenuhnya adalah penduduk asli dan tidak ada pendatang.
Baca Juga : Makalah Laporan Ketimpangan Sosial di Masyarakat
A. Kehidupan Ibu Endang
    Endang hadayani warga Rt 03 / Rw 02 Desa Sidoharja Kec Suradadi Kabupaten Tegal, beliau berumur 45 tahun , ibu endang memiliki pekerjaan sebagai buruh tani melati dengan gaji tidak menentu dari hasil kerjanya ibu endang memiliki 2 anak . anak yang pertama sudah bekerja dan yang kedua masih sekolah di tingkat Sd . Ibu endang tidak mempunyai seorang suami dia hanya tinggal bersama anaknya, beberapa bulan ibu endang mengajukan kepada Pa Rt untuk mendapatkan bantuan tetapi sampai sekarang juga belum mendapatkan apa – apa.
B. Kehidupan Bapak Warso
    Bapak wasro seorang warga Rt 03/Rw 02 Desa Sidoharjo Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal, beliau berumur 50 tahun. Pak wasro memiliki pekerjaan sebagai buruh pabrik dengan gaji yang cukup dari hasil kerjanya dia hanya mendapatkan Rp.50.000 perhari.
    Pak wasro memiliki 3 orang anak, 2 anaknya sudah menikah dan bekerja dan satunya masih sekolah ditingkat SMP. Istri pak wasro bekerja sebagai buruh melati.
     Pak wasro mendapatkan bantuan dari dinas social yang disalurkan kepada pemerintah berupa PKH, bantuan tersebut berupa uang Rp.500.000 setiap 3 bulan sekali.
C. Kehidupan Ibu Tania
    Ibu tania seorang warga Rt 03/Rw 02 Desa Sidoharjo Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal, beliau berumur 53 tahun ibu tania bekerja sebagai buruh tani melati.
Penghasilan dia hanya sebagai buruh tani melati tidak menentu kadang beliau mendapatkan Rp.50.000 per minggu.
     Ibu tania memiliki 3 anak, anak pertama beliau jadi buruh pabrik di daerah Kabupaten Tegal dan keduanya bekerja sebagai pembantu warteg dan merantau di Jakarta serta anak yang terakhir masih bersekolah ditingkat sekolah dasar (SD). Suami ibu tania hanya sebagai buruh bengkel.
    Ibu tania tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah tetapi anak pertamanya mendapatkan kartu bpjs ditempat ia bekerja.
D. Kehidupan Ibu Sumarti
   Ibu sumarti seorang warga Rt 03/Rw 02 Desa Sidoharjo Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal, beliau berumur 55 tahun. Ibu sumarti memiliki pekerjaan sebagai buruh melati dengan gaji yang tidak menentu terkadang hanya mendapatkan Rp.15.000 perhari kadang tidak sama sekali.
Ibu sumarti memiliki 1 orang anak, anaknya yang sedang bekerja sebagai nelayan. Suami dari ibu sumarti sudah meninggal jadi anaknya harus bekerja dan tidak sekolah, untuk bias memenuhi kebutuhan sehari – hari.
    Beliau sering mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa sembako atau uang selama 3 bulan sekali.
E. Kehidupan Tami
     Ibu tami seorang warga Rt 03/Rw 02 Desa Sidoharjo Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal, beliau berumur 43 tahun.
    Pekerjaan ibu tami sehari – hari adalah sebagai buruh tani melati dan penghasilannya pun Rp.50.000 perminggu.
    Ibu tami memiliki 3 anak, anak pertama bekerja sebagai karyawan di pabrik, dua anaknya masih kecil dan masih duduk dibangku SD.
   Beliau berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan hidup bagi keluarganya, beliau belum ada bantuan dari pemerintah yang belum didapatkan sampai sekarang.
F. Kehidupan Ibu Karniti
    Ibu karniti seorang warga Rt 03/Rw 02 Desa Sidoharjo Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal, beliau berumur 45 tahun.
     Ibu karniti memiliki pekerjaan sebagai buruh petani melati dengan penghasilan yang tidak menentu dan penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi kehidupan sehari – hari, beliau hanya mendapat gaji Rp.50.000 per minggu.
    Ibu karniti memiliki 2 orang anak, anak pertama sudah bekerja dan anak kedua masih bersekolah ditingkat SMP.Ibu karniti tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Baca Juga : Makalah Pendidikan Usia Dini
3. 2 Tanggapan Ketimpangan Sosial di Desa Sidoharjo Rt 03 Rw 02 Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal
     Seharusnya bantuan yang diberikan kepada warga yang kurang mampu dengan bentuk Program Keluarga Harapan (PKH) tiap 3 bulan sekali. Cara ketua Rt 03/Rw 02 mencari data adalah dengan sensus, ketua Rt mendatangi tiap rumah warga dan mencatat warga yang kurang mampu. Biasanya syarat untuk mendapatkan bantuan adalah dengan melampirkan fotocopy KTP, fotocopy KK dan Surat Keterangan Miskin, pendistribusian bantuan di lakukan oleh dinas social lalu ke ketua Rw lalu Rt barulah sampai pada warga yang dituju. Bantuan diberikan secara merata hanya pada warga yang kurang mampu serta ketua Rw harus mencari bantuan setiap bulan sehingga warga bisa memenuhi kebutuhan sehari – hari dengan layak.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4. 1 Kesimpulan
    Dari hasil wawancara kami di desa suradadi kecamatan suradadi kabupaten tegal. Bahwa kami menyimpulkan tujuh keluarga tersebut di kategorikan sebagai warga kurang mampu baik dari pendapatan, ekonomi dan lingkungan sekitarnya. Rata-rata pendapat kepala keluarga mereka berpenghasilan 700.000 sampai 1.000.000 perbulan dari penghasilan tersebut terkadang mereka tidak sesuai yang mereka sesuaikan.  Walaupan dari keluarga tersebut ada yang mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat.
4. 2 Saran
     Pesan dari mereka kepada pemerintah, sebaiknya pemerintah pusat sebelum memberikan bantuan kepada mereka harus melakukan survei langsung agar pemerintah tahu mana yang benar-benar membutuhkannya. Sehingga ketimpangan sosial yang terjadi di indonesia lebih meminimalisir.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel