covid-19 indonesia :

Positif
Sembuh
Meninggal

Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi

          Cerpen pengalaman pribadi ialah cerpen yang dibuat menurut pengalaman pribadi seseorang yang di ceritakan kembali untuk di kenang. Berikut sepenggal cerpen pengalaman pribadi.


Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi 1
PERJUANGAN TIDAK AKAN MENGHIANATI HASIL

        Tahun 2017 bulan agustus aku masuk SMP negeri 19 Tegal , aku bertemu teman – teman baru di SMP itu . setelah pemilihan kelas akhirnya aku masuk kelas 7D , aku bersama esti yaitu teman SD ku . bulan september kelas 7 di beri kertas pilihan ekstrakulikuler . disitu terdapat banyak macam pilihan antara lain , bola basket , bola voli , takraw , marawis , tari jawa , futsal , dan pencak silat . aku binggung memilih pilihan itu akhirnya aku ikut ekstrakulikuler pencak silat dan satu minggu kemudian ada pengumuman yang ikut ekstrakulikuler pencak silat jam 15 : 30 berangkat untuk latihan , lalu aku berangkat bersama esti sampai dilapangan aku dan teman – teman yang lain menikuti arahan dari pelatih jam 17 : 00 aku dan teman – teman semua pulang ke rumah masing – masing pada saat pulang kerumah badan aku sakit semua karna baru pertama kali latihan bela diri seiring berjalanya waktu 2 bulan kemudian di adakan perlombaan SH Cup pencak silat kelas 7 yang dipilh adalah aku dan esti. Aku menempati kelas E putri sementara  esti menempati kelas D putri, saat semua sudah dipersiapkan aku meminta restu orang tuaku , tetapi jawaban mereka membuatku down . ya , mereka tidak mengizinkaku untuk ikut lomba itu. Aku sangat terpukul dengan kata – kata mereka yang melarang dan mereka bilang jika aku harus berhenti mengikuti ekstrakulikuler pencak silat . H-3 aku baru berani bilang pada pelatih dan guru aku di sekolah yang mengatur ekstrakulikuler itu . aku bilang pada mereka jika aku tidak diizinkan untuk mengikuti lomba SH Cup cabang pencak silat . akhirnya guru aku yaitu bu lili berkata padaku untuk membicarakan 4 mata dengan ibuku , lalu akhirnya mereka bertemu dan bu lili membujuk ibuku supaya aku bisa ikut lomba itu. Tapi ibuku tetap tidak mengizinkan pada akhirnya aku tidak ikut perlombaanya aku sangat putus asa.
         3 hari telah usai , perlombaan pun sudah selesai , pada saat itu hari senin hari upacara di SMP N 19 Tegal . semua yang menang ikut lomba SH Cup cabang pencak silat maju kedepan untuk mendapat mendali . disitulah aku sedih karna tidak bisa diposisi mereka yang sedang di kalungi medali tak disangka – sangka ternyata aku dipanggil , bu anis memanggilku dengan suara yang lantang , aku binggung karna ku tidak ikut lomba itu ko aku dipanggil , akhirnya aku maju kedepan dengan tepukan yang sangat meriah. Ya tuhan aku sangat tidak percaya dengan ini , jantuk aku berdetak dengan kencang. Saat sudah dikalungi medali yaitu medali perunggu yaitu juara 3, aku, kepala sekolah SMP N 19 Tegal dan teman – teman yang lain berfoto . aku mendapat medali perunggu yaitu juara 3 . aku bersyukur  dan binggung . bersyukur karan mendapat medali dan binggung karan aku tidak ikut perlombaan itu tapi jadi juara 3
    Upacara telah selesai dan aku melanjutkan pelajaran dengan hati yang masih bahagia ini. Jam menunjukan pukul 13.30 bel pun sudah terdengar . aku pulang kerumah jalan kaki dengan begitu cepat untuk mengabarkan kabar bahagia ini pada orang tuaku , sesampai dirumah aku bercerita pada bapak dan ibuku kalau aku juara 3 dan mendapat medali . mereka kaget dan ibuku berkata , loh ko kamu dapet juara 3 ? bukanya dari kemarin kamu berangkat sekolah bukan ikut lomba ? aku menjawabnya dengan suara yang ikut bingung , selepas itu bapak bilang “ mungkin udah rezeki kamu “ dan disaat itu aku meminta izin pada mereka untuk mengikuti ekstrakulikuler pencak silat lagi dengan meyakini mereka bahwa pencak silat tidak meyeramkan yang mereka bayangkan, pada akhirnya mereka menyetujui untuk ikut ekstrakulikuler itu lagi.
     Bulan februari 2018 aku di pilih untuk popda 2018. Aku berlatih semaksimal mungkin untuk mendapat juara 1, setiap malam aku bermimpi di kalungi medali emas dan di tepuk tangani dengan meriah.
     Pagi tanggal 8 februari 2018 aku berangkat ke sekolah untuk menyiapkan diri dan berdoa bersama. Bu lili mengucapkan doa dengan sungguh – sungguh untuk meminta kepada allah semoga SMP N 19 Tegal mendapat gelar juara umum 1. Semua anak – anak yang berdoa mereka menangis karena mereka sangat menginginkan gelar itu, akhirnya pukul 8 aku berangkat ke gor bersama teman – teman. Di sana kami upacara pembukaan terlebih dahulu lalu dilanjutkan pemanasan.
      Aku melihat partai yang sudah ditempel di dinding ternyata aku tanding abis dzuhur. Adzan sudah berkumandang aku dan teman – teman menuju ke masjid, aku berdoa kepada Allah untuk meminta kepadanya supaya aku menang. Setelah aku sholat dan berdoa pada Allah, aku dan teman – teman kembali ke gor tegal selatan untuk memulai pertandingan. Pukul 13.00 namaku sudah dipanggil, aku segera menuju gelanggang. Pelatihku memasangkan body untukku, aku bersalaman pada lawanku dan pertandingan pun dimulai. Ternyata tak disangka – sangka aku menang.
    4 hari telah usai, aku menang 4 kali berturut – turut dan mendapat gelar juara 1 mendapatkan medali emas dan tak disangka ternyata SMP N 19 Tegal mendapat 5 emas dan di beri gelar juara umum 1.
      Hari demi hari , deti demi detik sudah kulewati dengan latihan dan sekolah setiap hari . bulan juni 2018 aku naik kelas 8 D dan masih mengikuti ekstrakulikuler yang sama yaitu pencak silat . aku dan esti masih terus berlatih dengan penuh semangat . di ekstrakulikuler itu juga ada kakak kelas ( senior ) yaitu mba desi , dia yang memotivasi aku dan teman – teman untuk terus berlatih dan jangan pernah menyerah , menurut mba desi kat “ Down “ adalah kata untuk kita terus bangkit . dia berkata  “ kalah menang sudah biasa yang penting kita sudah melakukan yang terbaik dari situlah aku dan esti giat untuk ikut latihan.
     Bulan februari 2019 akhirnya aku dan esti dipilih untuk ikut lomba O2SN cabang pencak silat yaitu perlombaan dengan syarat menampilkan seni tunggal pencak silat sebelum bertanding , seni tunggal putri di waktu dengan durasi 3 menit . jika lebih dan gerakan yang dilakukan salah dengan terpaksa tidak bisa .
     Waktu seni dimulai . nama aku pun sudah terdengar , aku segera memenpatkan diri di gelanggangan . pelatihku sudah berdiri di depanku mereka menyemangatiku dengan memberi tepukan yang meriah akhirnya aku tampil dan tiba – tiba di tengah seni dimulai aku lupa dengan gerakanya sementara waktu tampil sudah 2 menit tubuhku bergetar  , lalu pelatihku membantu dengan gerakan yang benar gong pun sudah dipukul akhirnya aku bisa menyelesaikan dengan waktu 3 menit lebih satu detik keringatku terus menetes . aku tidak percaya diri kalau aku menang dan pada akhirnya aku kalah tetapi bisa ikut bertanding karena ada satu peserta yang mengundurkan diri. Lalu aku bersiap – siap untuk tanding melawan SMP 2 , lawanku bernama zahra , dia pesilat pro yang setiap hari berlatih di gor wisanggeni , aku sedikit takut karena aku takut mengecewakan pelatih , guru  dan teman – temanku , berani tidak berani aku tetap tanding dengannya dan ternyata aku kalah tetapi mendapat juara 2 karena tampil seni dengan maksimal dan tandingpun lumayan baik .
      Hari kamis aku datang ke SMK 2 tegal tepatnya di depan gor wisanggeni , aku datang pukul 8 untuk mendapat medali perak dan piagam , aku dikalungi medali perak dan mendapatka gelar juara 2 rasanya menyesala karna tidak bisa juara 1 tetapi aku harus bersyukur karna mendapat juara 2.
    Tanggal 7 oktober 2019 aku kembali dipilih untuk mengikuti lomba popda 2019, aku kelas 9. sebenarnya aku tidak di izinkan orang tuaku karena kelas 9 sudah harus fokus pada ujian nasional, tetapi pendirianku tetap kekeh, aku tetap mengikuti lomba itu. Tetapi aku tidak masuk kelas C1 putri pencak silat karena berat badanku kurang 2 kg. pelatihku memberi waktu satu minggu setengan untuk menambah berat badan, H-2 ternyata berat badanku kurang 1 kg setengah. Akhirnya malam sebelum pertandingan dimulai aku makan madu dan telur, tetapi hasilnya nihil berat badanku tetap sama.
      Pukul 7 aku dan teman – teman berangkat ke gor, aku dipasangi kaos yang sudah ada batunya. Aku timbang badan dan akhirnya berat badanku pas untuk pertandingan. Aku mulai tanding abis dzuhur melawan SMP 6 dan aku menang juara 3 mendapatkan medali perunggu dan piagam.Ini lomba terakhir di SMP aku.
Sekian Terima Kasih.
Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi 2
Wanita Cantik Pembawa Petaka

         Diliburan kenaikan kelas XI Doni berliburan di Bandung sambil membantu orang tuanya dagang. Doni ini orangnya baik, tidak pernah berani kepada orang tua, patuh terhadap perintah orang tua, dan rajin beribadah. Di BandungDoni tinggal di warung yang bertingkat dua yaitu dibawah untuk berdagang makanan sedangkan diatas untuk kamar tidur. Doni di warung tinggal bersama keluarganya yaitu Ayah, Ibu, Doni, dan Adik Doni yang berada di Jl. Terusan Buah Batu Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung. Warung orang tua Doni buka sekitar pukul 07:00 WIB dan tutup pukul 21:00 WIB. Pelanggan yang makan di warteg orang tua Doni hanya pekerja dari Yogya yang berada tidak jauh dari warung yaitu sekitar 50 meter dan sebagian dari pekerja proyek yang ada di seberang warung, sebagian kecilnya lagi dari pengendara motor dan mobil yang mampir atau orang komplek yang ada jauh di sebelah timur warung.
          Dimalam hari pada saat warung akan tutup Doni disuruh bapak nya untuk menutup warung dan membersihkan warung.
“Don, tolong tutup warung kemudian sapu lantainya terus kamu lap kaca, meja, terus angkat tu kursinya,” suruh bapak Doni, “ oh ya nanti bapak nanti yang ngepel, kasian kamu udah dari pagi,” lanjut bapak Doni.
“Siap boss...” seru Doni sambil sikap siap.
“Oh ya kamu udah sholat isya belum?,” tanya bapak Doni.
“Belum pa,” jawab Doni sambil menyapu lantai.
“Kalo gitu cepet selesaikan terus kamu sholat terus tidur,” suruh bapak Doni.
“Iya pa,” jawab Doni.
Doni melanjutkan menyapunya kemudian menyelesaikan semua tugasnya. Selanjutnya Doni naik ke atas untuk mengambil air wudhu kemudian sholat isya. Setelah selesai sholat Isya Doni turun ke bawah untuk melapor bahwa ia sudah sholat Isya.
“Gimana, kamu udah sholat?,” tanya ayah Doni.
“Sudah pa,” jawab Doni.
“Ya sudah kalo begitu kamu tidur sana!,” perintah bapak Doni.
“Nanti ah saya belum ngantuk,” jawab Doni. “Saya mau nonton tv dulu sampe ngantuk,” sambung Doni.
Doni naik kembali ke atas untuk menonton tv karena belum mengantuk bersama dengan adiknya yang sudah berada diatas. Setelah cukup lama menonton tv akhirnya Doni mulai menguap dan disuruh bapaknya untuk tidur. Doni masuk ke dalam kamar yang berada didekat tv. Doni lupa membaca doa sebelum tidur karena mungkin sudah sangat mengantuk dan capek. Akhirnya Doni bermimpi bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik dan katanya penunggu dari warung itu.
“Doni...Doni...Doni...” panggil seorang wanita yang tidak Doni kenal.
“Hey siapa kamu?,” tanya Doni kepada wanita tersebut.
“Aku adalah orang asli sini” jawab wanita tersebut.
“Oh kamu penunggu sini,” kata Doni.
“Ada urusan apa kamu kesini?,”tanya wanita tersebut dengan nada tegas.
“Emm...aku kesini cuman mau berliburan disini, cuman 2 minggu aja kok,” jawab Doni.
“Kalo begitu karena kamu sudah kesini kamu tidak akan boleh pergi dari sini!,” perintah wanita tersebut.
“Kenapa saya tidak boleh pergi dari sini?,” tanya Doni kepada wanita itu.
Belum sempat wanita itu menjawab tiba- tiba yang terdengar adalah kata “bangun...bangun sholat Subuh”, karena Doni mendengar suara tersebut Doni akhirnya terbangun dari tidurnya dan melihat ternyata yang mengatakan bangun tersebut adalah ibunya yang sedang membangunkannya. Doni kemudian langsung menuju ke kamar mandi untuk buang air kecil dan mengambil air wudhu untuk segera melakukan sholat subuh. Setelah selesai sholat subuh Doni turun ke bawah untuk membantu ibunya membersihkan sayuran yang akan dimasak sambil Doni memikirkan kata-kata wanita cantik yang ada di dalam mimpinya tadi. Kemudian Doni memotong sayuran dan jamur untuk selanjutnya dimasak oleh ibunya.
          Tiba-tiba bapaknya datang dari pasar membawa barang belanjaannya dan Doni di suruh untuk membawanya masuk ke dalam warung. Selanjutnya barang belanjaan tersebut ia ambil sayurannya untuk Doni bersihkan dan dipotong. Doni memotong sayuran tersebut sambil memikirkan kata-kata wanita cantik yang ada dimimpinya tadi, karena Doni sambil melamun akhirnya jari Doni terkena pisau dan berdarah.
“Aduh...” desah Doni karena jarinya terkena pisau.
“Kamu kenapa?,” tanya ibunya yang sontak keluar dari dalam dapur.
“Emm ini jariku kena pisau,” jawab Doni.
“Makanya kalo megang pisau itu jangan sambil nglamun,” kata ibu Doni, “nanti ada setan lewat gimana?, “ lanjut ibu Doni.
“Ya permisi lah, hahahahahh,” jawab Doni sambil tertawa.
“Permisi...permisi! ya kamu bisa kesambet nanti!,” kata ibu Doni sambil nada marah, “ya udah sana ambil obat merah di atas.
“Oke ma,” jawab Doni.
Akhirnya Doni ke atas untuk memberi obat merah ke jarinya yang terkena pisau tadi. Setelah selesai memberi obat untuk jarinya, Doni kembali turun ke bawah untuk melanjutkan memotong sayuran. Pada saat saya sedang memotong sayuran, ada satu orang pelanggan dan Doni disuruh untuk melayani pembeli tersebut, tetapi Doni masih malu-malu, akhirnya Doni tetap memberanikan diri untuk melayani pembeli tersebut. Setelah melayani orang tersebut Doni merasa sangat puas karena berhasil melayani pembeli tersebut. Selanjutnya Doni kembali melanjutkan memotong sayuran dan setelah selesai sayuran tersebut Dodi berikan kepada Ibunya untuk dim
          Pukul 12:00 WIB di warung mulai ramai pembeli karena jam istirahat karyawan Yogya, jadi karyawan Yogya semuanya keluar untuk makan siang di warung, tapi kadang juga ada yang makan siang di warung bakso yang ada di sebelah warung orang tua Doni. Pembeli di warung orang tua Doni juga bukan hanya karyawan Yogya saja tapi juga ada dari pekerja proyek rumah sakit yang sedang dibangun di seberang warung orang tua Doni bahkan terkadang ada rombongan mobil yang mampir di warung orang tua Doni, jadi pada saat jam itu warung sangat ramai sehingga Doni sangat sibuk sekali membantu orang tuanya melayani pembeli.
          Disaat warung sedang ramai sekali, ada pembeli yang memesan es kopi dan Doni disuruh untuk membuatkan es kopi tersebut. Setelah Doni sudah membuatkan es kopi, Doni disuruh lagi untuk mengantarkan es kopi tersebut ke pemesan. Doni mem weeeeatuhi perintah bapaknya itu untuk mengantarkan es kopi ke pemesan. Doni mengantarkan es kopi tersebut sambil melamun memikirkan mimpinya tadi malam. Tiba- tiba Doni tersenggol meja dan menumpahkan es kopi tersebut kepada seorang pembeli dari karyawan Yogya yang berbaju putih. Karyawan Yogya yang berbaju putih tersebut adalah atasan dari perusahaan Yogya dan Doni dimarahi oleh orang tersebut.
“Hey kamu punya mata ngga sih!,” kata bapak tersebut dengan nada marah dan muka merah.
“Mmmaaaf... Pak,” kata Doni dengan terbata-bata.
“Aduh...tuh kan baju abdi yang putih mulus jadi kotor,” kata bapak tersebut dengan mata melotot.
“Mmaaf...pak ssaaya tadi ngga sengaja kesenggol meja,” kata Doni dengan terbata-bata.
“Ah alesan makanya kalo kerja teh jangan sambil nglamun atuh!,” kata bapak tersebut.
“Iya maaf pak,” kata Doni.
Mendengar seperti ada seseorang yang bertengkar, bapak Doni menghampiri Doni dan bapak Doni menyadari ternyata Doni sedang dimarahi.
“Ada apa ini?,” tanya bapak Doni.
“Ini nih pembantu bapak numpahin es kopi ke baju putih mulus saya kan jadi kotor!,” kata bapak tersebut.
“Emm saya minta maaf pak, anak saya baru pertama kali ikut warung, jadi maklum kalo anak saya berbuat salah,” kata bapak Doni.
“Oh ini anak bapak, ajarin kalo kerja teh yang bener jangan sambil nglamun atuh jadinya kan merugikan orang ini mah,” kata bapak tersebut sambil menunjuk-nunjuk Doni.
“Doni minta maaf sama bapaknya!,” suruh bapak Doni.
“Emm pak saya minta maaf saya memang tidak sengaja menumpahkan es kopi ke baju bapak, jadi saya minta maaf,” kata Doni sambil memegang tangan bapak tersebut.
“Oke abdi maafken, tapi jangan ulangi deui atuh nya,” kata bapak tersebut.
“iya pak saya juga minta maaf ya pak,” kata bapak Doni.
Tiba-tiba ada orang yang menyela pembicaraan mereka.
“Heh es kopi saya mana?,” kata orang yang memesan es kopi.
“Oh iya bentar pak,” kata Doni sambil bergegas membuatkan es kopi lagi.
Doni membuatkan es kopi lagi untuk pesanan orang tersebut yang tadi sudah ditumpahkan oleh Doni, sedangkan bapak Doni membersihkan tumpahan es kopi di meja. Di hari itu pikiran Doni merasa sangat kacau karena kata-kata wanita cantik yang ada di mimpinya. Doni bertanya-tanya apa maksud dari kata-kata wanita tersebut.
          Siang semakin berjalan hingga pukul 13:00 WIB karyawan Yogya mulai membubarkan diri karena sudah selesai waktu istirahat makan siang mereka dan waktunya mereka untuk kembali masuk dan bekerja kembali. Tinggal hanya beberapa orang saja. Doni masih melamun memikirkan terus hingga semua pembeli telah pulang ke rumah masing-masing. Karena warung sudah sepi Doni disuruh mencuci piring dan sesudah mencuci piring, Doni mencoba menanyakan kepada ibunya tentang warung ini.
“Ma, yang punya warung ini siapa sih?” tanya Doni.
“Oh yang punya warung ini dulu Pak Harto dan entah kenapa tiba-tiba warung ini dijual dengan harga murah kepada bapakmu padahalkan warung ini ramai, kan bapakmu nemu berarti,” jawab ibu Doni.
“Oh begitu ya,” kata Doni sambil mengangguk, “tapi kenapa dijual murah ya?, padahal kan ramai?” tanya Doni.
“Kata istrinya Pak Harto sih takut, dia pernah didatengin perempuan cantik dimimpinya,” jawab ibu Doni.
“Oh... jadi begini ma, mm saya juga tadi malam dimimpi saya, saya didatengin wanita cantik sekali dan wanita itu bilang katanya saya tidak boleh disini dan kalo sudah disini saya tidak boleh pergi dari sini,” kata Doni.
“Oh pantesan orang lagi duduk di siram es kopi, ternyata kamu mikirin itu,” kata ibu Doni.
“Hehehe... Iya,” kata Doni sambil tersenyum.
“Kalo gitu sih sebaiknya kamu disini jangan lama-lama,” kata ibu Doni.
“Oh ya udah saya mau pulang besok ya?” tanya Doni.
“Ya sudah nanti pulang semua, sekalian nengokin nenek di Tegal ya?” kata ibu Doni.
“Sip lah,” kata Doni.
Akhirnya Doni berencana pulang nanti besok bersama semua keluarganya. Jadi, warungnya akan tutup beberapa hari.
          Di malam harinya seperti biasa Doni disuruh membereskan warung. Setelah selesai membereskan warung Doni kemudian sholat Isya dan membereskan baju yang akan dibawa pulang ke Tegal. Kemudian Doni disuruh untuk tidur setelah selesai membereskan pakaiannya. Sebelum tidur Doni berharap agar bertemu wanita cantik itu lagi di mimpinya, bukan karena terpesona tetapi penasaran dengan jawaban kenapa ia tidak boleh disini. Karena terlalu capek pada siang harinya dan lelah memikirkan kata-kata wanita cantik akhirnya Doni tertidur. Setelah tertidur Doni, ternyata bertemu lagi di mimpinya dengan wanita cantik itu.
“Kamu menungguku ya?” tanya wanita cantik itu.
“Kamu belum menjawab pertanyaanku!” kata Doni.
“Oh kamu nunggu ya?” kata wanita cantik itu.
“Aku sangat penasaran apa maksud kamu bilang begitu!” kata Doni.
“Kamu tak perlu tahu,” kata wanita cantik itu.
“Akan aku ganggu kamu!” kata wanita cantik itu.
Tiba-tiba Doni terbangun dari tidurnya dan langsung ambil wudhu untuk segera sholat subuh dan bersiap untuk pulang ke Tegal. Setelah selesai bersiap, Doni segera naik mobil dan langsung berangkat menuju ke Tegal. Doni berangkat dari Bandung pukul 07:00 pagi dan perkiraannya sampai di Tegal pukul 12:00 siang kalo masuk jalan tol terus.
          Pada perjalanan awalnya biasa saja tetapi pada saat sampai di Cadas Pangeran tiba-tiba jalan menjadi sepi sekali. Seolah-olah hanya mobil bapak saya saja yang jalan disitu, soalnya tidak ada kendaraan lain yang lewat disitu. Karena pada saat itu keadaan jalan sepi sekali akhirnya bapak saya menambah kecepatan mobil. Setelah berjalan cukup lama. TIba-tiba ada seorang wanita yang muncul dihadapan mobil, sehingga mengagetkan bapak Doni dan akhirnya bapak Doni membanting setir mobil ke kanan dan mobil Doni masuk ke dalam jurang. Mobil yang ditumpangi Doni terguling-guling beberapa kali sampai terbalik dan  berhenti karena menabrak pohon besar. Untung saja seluruh keluarga Doni baik-baik. 
          Kemudian Doni berusaha untuk keluar dari mobil yang terbalik dengan cara memecahkan kaca mobil dan mengeluarkan keluarga Doni. Setelah berusaha cukup lama akhirnya Doni berhasil memecahkan kaca mobil dan mengeluarkan keluarganya tetapi pada saat Doni akan menarik tubuh bapaknya, ternyata kaki bapaknya terjepit karena mobil bagian depan ringsek sehingga menjepit kaki bapaknya. Ibu Doni melihat kap mobilnya itu berasap dan mulai ada api kecil yang akan meledak sewaktu-waktu maka Doni dan ibunya  berusaha keras untuk menarik bapaknya keluar dari mobil. Meski sudah sekuat tenaga tetapi mereka tetap saja tidak bisa menarik tubuh bapaknya. Ketika Doni dan ibunya sedang berusaha menarik tubuh bapaknya, bapak doni mengatakan sesuatu.
“Sudah, biarlah bapak disini kalian cepat lari mobil ini bentar lagi mau meledak,” kata bapak Doni.
“Tttaapi pak,” kata Doni sambil mulai matanya berkaca-kaca.
“Sudah kalian lari saja sana,” kata bapak Doni sambil tersenyum.
“Pa...bapak jangan tinggalin mama,” kata Ibu Doni sambil menangis.
“Ma saya titip anak-anak ya,” kata Bapak Doni.
Api dimobil sudah mulai membesar mereka berdua terpaksa harus lari karena sudah sebentar lagi mobil itu meledak.
          Baru berjalan beberapa langkah tiba-tiba mobil meledak dan membakar mobil sekaligus Bapak Doni yang terjepit didalamnya. Doni, ibunya dan adik Doni menangis tersedu-sedu ketika melihat bapaknya dibakar hidup-hidup. Doni tidak menyangka akhir hayat bapaknya akan berakhir seperti ini. Doni mengingat kata-kata wanita yang ada dimimpinya dan menduga bahwa wanita itu yang melakukannya.
          Warga berdatangan karena mendengar ada suara ledakan dari bawah jurang. Para warga ada yang turun kebawah untuk memadamkan mobil yang terbakar dan menolong keluarga Doni. Bapak Doni yang hangus terbakar dibawa ke rumah sakit terdekat untuk diotopsi dan dibawa pulang menggunakan ambulan bersama keluarga Doni ke Tegal. Sampai di Tegal pukul 12 siang dan di rumah sudah ditunggu keluarga dan rencananya akan dimakamkan jam 3 sore setelah dimandikan. Disini seluruh keluarga merasa sangat kehilangan, karena bapak Doni orangnya tegas, religius, dan taat beragama.
Merak Net Berasal Dari coba-coba dan sampe sekarang pun masih coba-coba

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel