Laporan Kunjungan Industri Di Pos Indonesia

    Selamat malam sobat sekolah yang saya cintai yang selalu setia mengunjungi situs ini. Tugas Sekolah kali ini akan membagikan contoh makalah laporan kunjungan industri lebih tepatnya kunjungan industri di pos indonesia,bagi sahabat sekolah yang sedang mencari makalah tentang pos indonesia berikut saya lampirkan semoga bermanfaat dan berguna untuk kita semua :


LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI
DI POS INDONESIA
( Logo MAN Kota Tegal )
Disusun oleh
Nama : Tasya maharani
Kelas : XI MIPA 3
KEMENTERIAN AGAMA 
MADRASAH ALIYAH NEGERI TEGAL
Jl. Pendidikan - Pesurungan LorKec. Margadana Kota Tegal Telp. 0283 – 320556
KOTA TEGAL
HALAMAN PENGESAHAN
Laporan Karya Tulis yang berjudul “Kunjungan Industri di Pos Indonesia” telah disetujui dan disahkan pada :
Hari       : Sabtu
Tanggal : 23 Februari 2019

Disetujui oleh :
Pembimbing I                                                                               Pembimbing II



Basuki Rachmat,                                                                     S.PdFaijin,S.Pd
NIP. 198007292005011002                                           NIP. 196407082006041005

Kepala MAN Tegal


Drs. H. Kamaluddin, MM
NIP. 196012021985031003

KATA PENGANTAR
     Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan benar, serta tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami akan membahas mengenai “sejarah dan perkembangan PT Pos Indonesia”.
    Makalah ini telah dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
     Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
     Pos  Indonesia  adalah  perusahaan  jasa  yang  terbesar  di indonesiasa. Sangat beragam varian jasa yang dikeluarkan oleh Pt.Pos Indonesia.  Berawal  dari  latar belakang   tersebut  dan  dengan banyaknya jasa yang PT.Pos tawarkan kepada masyarakat sehingga disini harus ada penanganan secara khusus, karena pada kenyataanya pelayanan  jasa  yang  diberikan  tidak  selamanya  berjalan  lancar dikarenakan banyak  faktor  yang  dapat  menghambat  kelancaran dalam pelayanan  jasanya,  baik  secara  teknis  maupun  nonteknis. Yang  dimana  dari  wakru  ke  waktu  masalah  tersebut  semakin kompleks. Ditambah dengan makin banyaknya perusahaan jasa yang menawarkan jasa yang mampu menyaingi PT Pos, membuat kekurangan yang dimiliki oleh PT Pos semakin terlihat jelas. Pelayanan yang memadai, harga yang terjangkau dan pengiriman yang tepat waktu menjadi prioritas utama bagi pemakai jasa.
    Untuk mensikapi gejala-gejala ini perlu adanya suatu pengaturan melalui strategi jangka panjang. Sebagai pengelola jasa hantaran pos nasional yang diarahkan pada profit oriented, PT. Pos Indonesia dihadapkan pada pertumbuhan demand yang tinggi dan langsung berhadapan dengan perusahaan global yang berperilaku lokal dalam arti memiliki pertumbuhan pangsa pasar yang berarti. Sehingga proses pemikiran kembali dalam perencanaan strategis menjadi sangat penting untuk pencapaian visi dan misi perusahaan.  Dalam menyusun strategi bagi PT. Pos Indonesia perlu dilakukan analisis meliputi faktor lingkungan eksternal, struktur industri, dan lingkungan internal, sehingga akan dapat diidentifikasi peluang, ancaman, kekuatan ataupun kelemahan perusahaan. Hal ini tentu dengan memperhatikan kompetensi inti perusahaan dan faktor kunci sukses yang perlu dimiliki oleh perusahaan. Saat ini PT Pos Indonesia tengah merambah bisnis online dengan mengembangkan bisnis yang disebut Plazapos yang sudah hadir sejak 12 Desember 2012 lalu. Hal ini diharapkan dapat menambah antusias masyarakat untuk terus menggunakan jasa layanan PT Pos Indonesia.

B. Rumusan Masalah
    Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam proses penyusunan makalah ini adalah “analisa sejarah dan perkembangan PT Pos Indonesia dalam merambah bisnis baru yang dinamakan Plaza pos”. Untuk memberikan kejelasan makna serta menghindari meluasnya pembahasan, maka dalam makalah ini masalahnya dibatasi pada:
1) Sejarah PT Pos Indonesia
2) Analisa terhadap masalah yang terdapat pada PT Pos Indonesia
3) Pengertian bisnis online plazapos
4) Strategi bisnis untuk mengembangkan plazapos agar menjadi bisnis yang      menguntungkan.

C.  Maksud Dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1) Dapat memahami sejarah perkembangan PT Pos Indonesia
2) Dapat memahami masalah yang dihadapi PT Pos Indonesia dalam persaingan dengan penyedia jasa yang serupa
3) Dapat memahami pengertian bisnis Online Plazapos
4) Membuat strategi yang mana bisa di pakai sebagai referensi untuk pengembangan bisnis PT Pos Indonesia kedepan

D.  Manfaat
Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah :
1) Pembaca dapat mengetahui sejarah perkembangan PT Pos Indonesia mulai dari awal berdiri hingga menjadi sebesar sekarang. 
2) Memahami masalah yang dihadapi PT Pos Indonesia dengan bertambah banyaknya pesaing yang menawarkan pelayanan jasa yang makin baik dan beragam.
3) Pembaca mengerti dan memahami bisnis baru PT Pos Indonesia seperti Plazapos
4) Mengetahui strategi yang mungkin bisa menambah nilai plus untuk PT Pos Indonesia di hati pengguna layanan jasa pengiriman barang.

BAB II
ISI LAPORAN
A. Sejarah PT Pos Indonesia
     Sejarah mencatat keberadaan Pos Indonesia begitu panjang, Kantorpos pertama didirikan di Batavia (sekarang Jakarta) oleh Gubernur Jendral G.W Baron van Imhoff pada tanggal 26 Agustus 1746 dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda. Sejak itulah pelayanan pos telah lahir mengemban peran dan fungsi pelayanan kepada publik.
    Setelah Kantorpos Batavia didirikan, maka empat tahun kemudian didirikan Kantorpos Semarang untuk mengadakan perhubungan pos yang teratur antara kedua tempat itu dan untuk mempercepat pengirimannya. Rute perjalanan pos kala itu ialah melalui Karawang, Cirebon dan Pekalongan.
    Pos Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan status mulai dari Jawatan PTT (Post, Telegraph dan Telephone). Badan usaha yang dipimpin oleh seorang Kepala Jawatan ini operasinya tidak bersifat komersial dan fungsinya lebih diarahkan untuk mengadakan pelayanan publik. Perkembangan terus terjadi hingga statusnya menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Mengamati perkembangan zaman dimana sektor pos dan telekomunikasi berkembang sangat pesat, maka pada tahun 1965 berganti menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro), dan pada tahun 1978 berubah menjadi Perum Pos dan Giro yang sejak ini ditegaskan sebagai badan usaha tunggal dalam menyelenggarakan dinas pos dan giropos baik untuk hubungan dalam maupun luar negeri. Selama 17 tahun berstatus Perum, maka pada Juni 1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero).
    Dengan berjalannya waktu, Pos Indonesia kini telah mampu menunjukkan kreatifitasnya dalam pengembangan bidang perposan Indonesia dengan memanfaatkan insfrastruktur jejaring yang dimilikinya yang mencapai sekitar 24 ribu titik layanan yang menjangkau 100 persen kota/kabupaten, hampir 100 persen kecamatan dan 42 persen kelurahan/desa, dan 940 lokasi transmigrasi terpencil di Indonesia. Seiring dengan perkembangan informasi, komunikasi dan teknologi, jejaring Pos Indonesia sudah memiliki 3.700 Kantorpos online, serta dilengkapi elektronic mobile pos di beberapa kota besar. Semua titik merupakan rantai yang terhubung satu sama lain secara solid & terintegrasi. Sistem Kode Pos diciptakan untuk mempermudah processing kiriman pos dimana tiap jengkal daerah di Indonesia mampu diidentifikasi dengan akurat.
B. Analisa Terhadap Permasalahan PT Pos Indonesia
    Sebagai penyedia layanan publik, PT. Pos Indonesia yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa dituntut melakukan inovasi dalam rangka memenuhi tuntutan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. Untuk bisa memenangkan persaingan dengan munculnya perusahaan-perusahaan swasta seperti, TIKI, JNE, PT. Repex Perdana Internasional bekerja sama dengan Federal Express (Fed-Ex), DHL, EXL Express, Cipaganti, TNT, Pandu Siwi dan jasa pengiriman lainnya PT. Pos Indonesia harus bisa menjadi organisasi publik yang inovatif.
    Bukan saja pesaing di sektor perusahaan penyedia layanan jasa serupa,  sektor ilmu teknologi juga menjadi saingan berat PT Pos Indonesia. Semakin maju dan berkembangnya  tekhnologi dibidang komunikasi membuat masyarakat semakin enggan untuk menggunakan jasa pengiriman. Seperti contoh pengiriman surat, saat ini kebanyakan orang lebih sering memakai tekhnologi seperti pengiriman

C.  Bisnis Plazapos
    Tak ingin ketinggalan dengan semarak belanja online di tanah air, PT Pos Indonesia menghadirkan layanan e-commerce-nya sendiri yang diberi nama PlazaPos. PlazaPos bekerja sama dengan ConnectingLife Singapura untuk menghadirkan barang-barang mewah impor, gadget dan berbagai produk lokal. Menurut Dirut PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana, yang dikutip oleh DetikFinance, PlazaPos sudah hadir sejak 12 Desember 2012 lalu dan masih dalam proses pengadaan komputer (di unit-unit kantor pos) dan peningkatan sistem keamanan.
     Mardjana menambahkan bahwa nantinya situs PlazaPos tidak hanya bisa diakses oleh orang-orang yang melek Internet. Orang-orang yang tidak memiliki akses secara langsung (atau tidak paham komputer+Internet) juga bisa datang ke kantor pos dan memesan barang melalui petugas pos. Tentu saja keuntungan vital PT Pos dalam bisnis e-commerce adalah terintegrasinya layanan pengantaran hingga ke last mile.
    Lebih menarik lagi, PlazaPos menyatakan harga yang tertera sudah termasuk dengan biaya impor/bea cukai dan pajak, di mana komponen tambahan hanyalah ongkos kirim ke tujuan akhir. Itu berarti PT Pos Indonesia sudah menjadi distributor ekspor-impor yang sah. Tidak sulit untuk menemukan tas perempuan bermerk ternama di PlazaPos yang berharga di atas Rp 20 juta atau jam tangan pria dengan harga di atas Rp 100 juta. Saat situs ini diakses, PlazaPos sudah menjual barang impor dan gadget, namun belum menjual produk lokal. PlazaPos mendukung pembayaran melalui kartu debit dan kartu kredit.
    Secara tampilan, PlazaPos kurang mencerminkan ciri PT Pos Indonesia. Belum lagi bahwa situs ini memiliki mirroring ke http://fsgluxury.com yang seharusnya tidak lagi diperlukan jika sudah go online. Meskipun demikian, usaha PT Pos Indonesia yang tahun ini berusia 266 tahun untuk jemput bola di peluang ini (dan mencari alternatif pemasukan baru) perlu mendapat apresiasi.
    PlazaPos menjanjikan barang yang dipesan bisa sampai ke tempat tujuan rata-rata dalam 21 hari kerja (atau sekitar satu bulan riil), kecuali di masa perayaan seperti Natal, Tahun Baru Cina atau Lebaran di mana barang memerlukan waktu yang lebih lama untuk diantar.
   PT Pos Indonesia sebagai perusahaan logistik memang tidak lazim untuk membuka toko online sendiri. Meskipun demikian, ini bisa menjadi pemicu perusahaan logistik besar lainnya untuk menyadari bahwa kerjasama sistem logistik dengan perusahaan e-commerce atau marketplace besar merupakan potensi besar di masa depan.
D. Strategi Bisnis Yang Dijalankan PT Pos Indonesia Dalam Persaingan 
Penyedia Layanan Jasa Pengiriman.
1. Perkuat bisnis perangko
   Pos Indonesia mengakui terjadinya penurunan pendapatan bisnisnya dari pengiriman surat berperangko. Perusahaan pelat merah ini berencana membuat perangko dengan sistem coding untuk memudahkan pengiriman.Selain itu, Pos Indonesia juga berencana menerbitkan 300.000 buah perangko seri Keraton Ratu Boko yang menyasar para filatelis lokal maupun mancanegara. Sebagai tahap awal, pihaknya telah mengirimkan produk ini ke Israel dan Taiwan
2. Bikin mal, apartemen dan hotel
    Aksi ekspansi bakal dilakukan Pos Indonesia tahun ini. Perseroan berencana mengembangkan sayap bisnisnya dengan merambah sektor properti.Untuk langkah awal, Pos Indonesia akan mengembangkan properti di 60 kawasan yang dimilikinya. Tidak tanggung-tanggung, perusahaan pelat merah ini berambisi membangun mal, hotel hingga apartemen. 39 Perusahaan baik sesama perusahaan BUMN maupun swasta bakal digandeng.Rencana pembangunan ini direncanakan sudah dimulai April 2013 di kawasan Surabaya, Malang, Bandung, Pontianak, dan lainnya.
3. Akuisisi perusahaan asing
    Tidak hanya ekspansi di dalam negeri, Pos Indonesia juga berencana ekspansi ke luar negeri dengan cara mengakuisisi perusahaan logistik agar bisa menembus pasar Singapura dan Malaysia. Untuk akuisisi ini dibutuhkan dana sekitar Rp 350 miliar. Sayangnya, nama perusahaan yang akan diakuisisi masih dirahasiakan.
4. Ekspansi sektor migas
    Direktur Utama PT Pos Indonesia Ketut Mardjana mempunyai mimpi menjadikan Pos Indonesia sebagai Toward the leading network company pada 2016. Dia tak ragu melebarkan sayapnya di sektor migas.Untuk langkah awal PT Pos Indonesia sudah mulai mengembangkan sayapnya untuk bekerjasama dengan BUMN lainnya seperti Pertamina dalam pengiriman alat pengeboran minyak tengah laut. Bukan itu saja, PT Pos Indonesia juga sedang melirik PT Gas Indonesia untuk menjalin kerjasama.
5. Merger dengan Damri
    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan punya cara lain agar PT Pos Indonesia tetap ‘hidup’. Salah satunya dengan menggabungkan Perum Damri ke dalam Pos Indonesia. Dua BUMN tersebut diwacanakan dilebur. Baik PT Pos maupun Perum Damri dinilai mempunyai core atau inti bisnis yang sama yaitu sama sama membutuhkan transportasi.Namun, Pos Indonesia memberikan sinyal penolakan wacana merger tersebut. PT Pos khawatir akuisisi Perum Damri bisa berdampak buruk bagi kinerja PT Pos Indonesia ke depannya.
6. Bidik kantong TKI
    Indonesia. PT Pos Indonesia menggandeng PT Pos Malaysia Pos Indonesia melirik potensi jasa pengiriman uang dari Tenaga Kerja untuk jasa pengiriman uang dan barang antar negara, wesel ekspres international (international express money order) dan paket cepat PRIMA International (prepaid parcel).Perseroan membidik kantong-kantong TKI atau tenaga kerja sebagai basis layanan pengiriman logistik dan uang ke kampung halaman. Menurutnya saat ini banyak pekerja kelapa sawit di luar Jawa, semisal di Kalimantan yang menggunakan layanan PT Pos.Perseroan juga mengembangkan layanan e-commers atau transaksi keuangan yang cepat untuk kembali merebut bisnis logistik dan jasa pengiriman, terutama untuk corporate.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
    Dengan adanya Kunjungan Industri (KI) ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai logistik dan warehousing yang ada di PT POS INDONESIA, dan hubungannya dengan IT. Dan diharapkan kita dapat mengembangkan kembali apa yang telah kita dapat dari kunjungan ini.

B. Kritik dan Saran
a. Kritik
    Penyambutan dari pihak PT POS INDONESIA sudah baik dan ramah, dan materi yang disampaikan narasumber sudah cukup baik.
b. Saran
    Saran saya untuk PT POS INDONESIA supaya terus meningkatkan kinerja kerja, dan  membuat PT POS lebih maju mengikuti perkembangan jaman yang berkembang di bidang IT.

DAFTAR PUSTAKA
http://emaainunnovia.blogspot.com/2017/04/laporan-kunjungan-industri-pt-pos.html di akses pada tanggal (18 Februari)https://donnijambak.wordpress.com/2013/10/14/makalah-tentang-sejarah-pos-indonesia/ di akses pada tanggal ( 18 Februari)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Laporan Kunjungan Industri Di Pos Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel