Laporan Kegiatan SIT - IN Program Lcyeum Of The Philippines University Manila

    Tugas sekolah kali ini akan melampirkan laporan kegiatan Sit - In Program yang dibuat oleh mahasiswa di universitas di kota tegal, mungkin bagi sahabat sekalian yang sedang mencari referensi untuk membuat makalah berikut saya lampirkan semoga berguna dan bermanfaat untuk kita semua :

LAPORAN KEGIATAN
SIT-IN PROGRAM
LCYEUM OF THE PHILIPPINES UNIVERSITY MANILA
18 Maret – 13 April 2019
( Logo Universitas Pancasakti Tegal )
Disusun oleh :
Fita Febrianti
2218500006
Ilmu Komunikasi
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
2019

HALAMAN PENGESAHAN
     Laporan kegiatan Sit In Program yang dilaksanakan pada tanggal 18 Maret – 13 April 2019 di Lyceum of the philippines university Manila telah disetujui dan disahkan oleh :

Tegal, 12 Mei 2019

Dekan Fakultas Sosial dan Politik             Ka.UPT Urusan Internasional
Universitas Pancasakti Tegal            Universitas Pancasakti Tegal



Dr. Nuridin, S.H, MH                 Dr. Yoga Prihatin, M.Pd

KATA PENGANTAR 
    Puji syukur Penulis haturkan kehadirat Allah SWT karena atas karunia, nikmat, dan rahmat-Nya, kami dapat menyelesaikan laporan Sit In Program. Shalawat dan salam selalu kami panjatkan kepada Rasulullah Shalallahu’AlaihiWassalam.
    Laporan Sit In Program ini berisi hasil kegiatan dan observasi penulis dari tanggal 18 Maret – 13 April 2019 di Lcyeum of the philippines university Manila. Atas seleseainya laporan ini, penulis sangat berterimakasih kepada para pihak yang telah memberi peluang sehingga penulis dapat mengikuti Sit In Program.
    Dalam hal ini, penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat dalam menambah wawasan pembaca. Kritik dan saran sangat penulis perlukan mengingat masih banyak kesalahan dalam penulisan laporan ini.
Tegal, 12 Mei 2019

Fita Febrianti

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 
    Tak dapat dipungkiri jika kualitas suatu perguruan tinggi atau universitas di ukur dari kegiatan yang dapat memperluas jaringan pengetahuan maahasiswa yaitu adanya kerjasama internasional suatu perguruan tinggi atau universitas domestik dengan pihak perguruan tinggi atau universitas di luar negeri. Salah satunya Universitas pancasakti Tegal yang telah menjalin kerjasama dengan beberapa universitas di kawasan Asia Tenggara yakni malaysia dan thailand serta pertama kali dengan philippines.
    Kerjasama internasional ini tidak hanya berhenti pada panandatanganan Momerandum of Understanding (MoU), namun juga harus adanya kegiatan aktif yang menunjukan adanya kerjasama tersebut. Kegiatan-Kegiatan yang dilakukan dapat berupa studentexchange (pertukaran pelajar), Transfer Credit, dll
   Pada tanggal 18 Maret 2019 - 13 April 2019 lalu, Universitas pancasakti Tegal mengirimkan dua mahasiswanya untuk melaksakan Sit In Program ke Lyceum of the philippines University (LPU) Manila, kegiatan ini merupakan bentuk dari hasil kerjasama internasional antara dua universitas tersebut.
     Sit In Program merupakan kegiatan kunjungan belajar bertujuan untuk dapat menambah wawasan pengetahuan lebih dan mempelajari kebudayaan maupun sistem pembelajaran yang ada pada universitas tujuan. Sehingga mahasiswa dapat memiliki pengetahuan dan pengalaman baru yang nantinya dapat membantu di masa yang akan datang.
Sit In Program kali ini di ikuti dua belas mahasiswa dan mahasiswi dari tujuh universitas Jawa tengah & DIY 
1. Wulanda Amelia STIE AAS Surakarta
2. Lely Astrianingsih STIE AAS Surakarta
3. Bunga Maharani Universitas Pancasakti
4. Fita Febrianti         Universitas Pancasakti
5. Rima Wahanasuci STIE Totalwin Semarang
6. Saraswati Fajri STIE Totalwin Semarang
7. Agastia Chrismawati STIE ST.PIGNATELLI
8. Seven Octavia Liba STIE ST. PIGNATELLI
9. Debby Mulya         YPK Yogyakarta
10. Erika Maulinasari YPK Yogyakarta
11. Abdul Haris Tamziri AMA Yogyakarta
12. M. Fiqry Haikal AMA Yogyakarta

B. TUJUAN 
1. Sebagai hasil kerjasama internasional kedua universitas
2. Meningkatkan kuliah Universitas Pancasakti Tegal 
3. Meningkat kegiatan internasional aktif
4. Menambah wawasan mahasiswa Universitas Pancasakti Tegal

C. MANFAAT
a. Mempersiapan lulusan yang mampu beradaptasi dan berkembang dalam lingkungan internasional 
b. Menjadi modal dalam rangka perbaikan akreditasi kampus ataupun fakultas 
c. Menambah wawasan serta pengalaman merasakan proses perkuliahan di luar negeri
d. Menambah relasi dengan ruang lingkup global 
e. Memiliki kesempatan untuk memperkenalkan indonesia, Universitas dan Fakultas kepada dunia
f. Belajar beradaptasi dengan lingkungan, budaya, dan etnis yang berbeda

D. PROFIL KAMPUS 
    Lyceum of the philiphines university (LPU) Manila  bangga akan tradisi keunggulan Akademiknya yang panjang dan kaya melalui warisan pendirinya, Dr. Jose P. Laurel. Satu-satunya Presiden Filipina yang telah melayani di ketiga cabang Pemerintah, Dr. Laurel adalah seorang pengacara, legislator, konstitusionalis, ahli hukum, penulis, cendekiawan, negarawan, filsuf yang sukses, dan yang terpenting, seorang pendidik.
    Kepedulian Dr. Laurel terhadap pendidikan adalah hasratnya yang paling kuat. Lulusan lembaga pendidikan tinggi seperti Fakultas Hukum Universitas Filipina, Escuelade Derecho, Universitas Santo Tomas dan Universitas Yale, kredensinya sebagai pendidik tidak dapat disangkal. Dia menulis banyak tentang pendidikan dan berhasil mengajar di beberapa lembaga pendidikan di Manila, terlepas dari banyak komitmennya.
    Selama Perang Dunia Kedua, sebagai pemimpin bangsa selama periode paling kelam dalam sejarahnya, ia memperkenalkan kebijakan pendidikan yang menekankan dan menjunjung tinggi moral dan karakter nasional.
    Inspirasi untuk mendirikan sebuah sekolah datang kepadanya di awal tahun 1920-an ketika menjadi siswa di Yale. Tiga dekade kemudian, bersama dengan beberapa teman dekatnya, ia mengubah mimpi ini menjadi kenyataan. Dengan tujuan untuk menjadi pusat keunggulan akademik di Filipina dan Timur Jauh, Lyceum dari Universitas Filipina (seperti yang sekarang dikenal) secara resmi membuka pintunya untuk umum pada tanggal 7 Juli 1952.
     Dengan kekagumannya akan pengetahuan dan penghargaannya terhadap pemikiran klasik, Dr. Laurel menamakan sekolah Lyceum di Filipina dengan nama Lykeios, situs di Athena kuno di mana Filsuf besar Aristoteles memelihara pikiran para anak didiknya. Moto sekolah, "Veritaset Fortitudo", "Pro Deo et Patria", mencerminkan kepercayaan Dr. Laurel pada nilai pembelajaran dan pembentukan karakter untuk Tuhan dan negara. Sayangnya, Dr. Laurel tiba-tiba meninggal pada tahun 1959.
    Pada putra ketiganya Sotero, yang saat itu dalam praktik hukum, jatuh tanggung jawab menjalankan sekolah. Dia adalah pilihan alami karena, pada tahun-tahun sebelumnya, Senator Sotero-lah yang membantu ayahnya mengatur LPU dan bertindak sebagai sekretaris eksekutif pertama untuk ayahnya.
    Selama empat puluh tiga tahun berikutnya, putra terpilih ini, Sotero, yang mengasuh sekolah dan membuatnya tumbuh di luar Manila menjadi provinsi-provinsi.
Pada tahun 1966, ia mendirikan Lyceum dari Universitas Filipina-Batangas diikuti oleh Lyceum dari Filipina-Laguna pada tahun 2000. Kedua kampus sekarang dipimpin oleh putra keempat Senator Laurel, Dr. Peter P. Laurel.
    Pada tahun 2008, kampus lain di Cavite didirikan untuk membawa jumlah total kampus LPU menjadi lima dengan jumlah total pendaftaran sekitar 37.000 siswa, sekitar 15.000 di antaranya terdaftar dalam berbagai kursus perhotelan. Putra sulung Senator Laurel, Atty. Roberto P. Laurel, mengepalai kampus Manila, Makati, dan Cavite.

BAB II
PEMBAHASAN 
A. Keberangkatan
    Hari minggu, 17 Maret 2019 pukul 15.00, penulis bersama dosen, Dr. Taufiqullah, M.Hum., dan Bunga Maharani. Berangkat dari Stasiun Tegal menuju stasiun Gambir, Penulis tiba di stasiun gambir pukul 19.00, lalu kami makan terlebih dahulu di stasiun gambir, setelah penulis makan langsung menuju ke bandar udara internasional Soekarno hatta menggunakan bus DAMRI
    Sesampainya di bandara kami sholat terlebih dahulu kemudian kami check in dan melakukan pemeriKksaan hingga take-off dan setalah itu kami  menunggu dibandara hingga keberangkatan pesawat yaitu pukul 00.30 WIB
   Dari rombongan kami menggunakan dua pesawat yang berbeda yaitu philiphinesairlines dan cebupasifik yang hanya berbeda setengah jam penerbangan.
   Dan kemudian kami tiba di bandara manila philippines pukul 06.00, dijemput oleh pihak kampus LPU menggunakan bus oleh miss J mewakili pihak LPU.
B. Kedatangan di Lyceum of the Philipines University Manila
     Pada hari senin, 18 maret 2019, Penulis dan rombongan mahasiswa Sit In Program untuk pertama kalinya datang ke kampus LPU untuk melakukan WelcomingCeremony atau upacara pembukan untuk Sit In Program. Acara ini dilakukan di ruang pertemuan LPU .
     Disana kami bertemu dengan Mrs. Alfredo, Miss.J dan rekan rekanmahasiwa dari LPU.
Selesainya acara pembukan, rombongan mahasiwa sit in program pergi ke dormitory untuk menyewa dormitory yang jarak tempuhnya kurang lebih setengah jam dari LPU.
Kegiatan non-Akademik
   Disamping kegiatan akademik, penulis terdapat pula kegiatan non- akademik yang dilakukan di kampus LPU maupun di Manila itu sendiri .
   Kegiatan ini dilakukan sesuai acara pembukan pada 19 maret 2019 setelah sebelumnya tanggal 18 maret melakukan upacara pembukaan dengan mengelilingi kampus LPU dan di pandu oleh Mrs. J dan mahasiswa LPU. Kami ditunjukan dan dijelaskan secara detail mengenai mengenai setiap tempat dan fasilitas di kampus LPU.
Kegiatan  Akademik dan Non-Akademik di Manila 
  Selama 27 hari di Manila, Philippines sejak tanggal 18 Maret- 13 April 2019, Penulis melakuan beberapa kegiatan yang terbagai menjadi Kegiatan Akademik dan Kegiatan non- Akademik 
No Course Lecture Day Time
1 Writing Public Relation Prof. Miguel Suarez Monday 8.30-11.30 Am
2 Integrated Marketing Communication Prof. Jennifer Lim Wednesday 8.30-11.30 Am
3 Public Relation & Special Events Management Prof,  Maria Rebecca Litan Thursday 9-12 Am
4 Mass Communication Prof. Renalyn Valdes Tuesday 1-4 Pm
5 Doveloping Reading Skills for Media & Communication Prof. Al Ryanne Gatcho Friday 2-5.30 Pm
Intramuros
Walled City Fort Santiago March 32 Saturday 10-4 Am
National Museum & Rizal Park March 30 Saturday 10-4 Am
Bonifacio Global City April 6 Saturday 3-10 Pm
Mengunjungi Intramuros Walled City Fort Santiago
    Pada 23 Maret 2019, Penulis dan mahasiswa Sit In Program di dampingi  Lyle Norick B. Carino Jalan kaki menunju ke Intramuros dan Walled City Fort Santiago kurang lebih 20 menit untuk sampai di tempat.
    Penulis dan rombongan Sit In Program berfoto dan belajar sejarah intramuros dan serta menikmati makanan ringan.
   Dan setelah selese mengunjungi intramuros dan walled city fort santiago penulis dan rombongan menuju ke restoran Chek & Beef untuk makan.
Mengunjungi National Museum & Rizal Park
     Pada 30 Maret 2019, Penulis dan Rombongan dan mahasiswa Sit In Program dan di Dampingi Lyle Norick B. Carino, Rhaine Ong, Debruanairede Guzman mengunjungi National museum dan Rizal Park jalan kaki kurang lebih 15 menit dari kampus LPU. 
     Penulis dan rombongan Sit In Program berfoto serta diceritakan macam macam sejarah Philippines dan lain sebagainya.
    Penulis dan rombongan mengunjungi 3 museum yang berbeda di National Museum dan Rizal Park. Setelah selese mengunjungi national museum & rizal park kami menuju SM Manila cityhall untuk makan siang. Dan setelah makan kami melanjutkan perjalan kembali ke Dormitory
Mengunjungi Bonifacio Global City
    Pada 6 April 2019 penulis dan rombongan menuju Bonifacio Global City pukul 15.00 menggunakan grab menuju Global city kurang lebih 30 menit untuk mencapai tujuan.
      Penulis dan rombongan sit in program menikmati suasana serta berjalan jalan dan berfoto foto di bonifacio global city dan kemudian penulis dan rombongan kembali ke dormitory
Perjalanan Pulang
    Pukul 4 sore waktu di Philippines , Penulis bersama rombongan di jemput oleh pihak LPU untuk menuju Bandara internasional manila menggunakan bus kampus.
    Setibannya dibandara, penulis dan rombongan langsung check in dan melewati serangkaian pemeriksaan imigrasi. Penulis dan rombongan menunggu di gate 3 untuk keberangkatan. Jadwal penerbangan pukul 20.30 waktu philippines , maskapai cebu pasifik take off jam  22.00 waktu philippines karna deadline dan langsung menuju bandar internasional soekarno hatta, Jakarta, Indonesia.

BAB III
HASIL KEGIATAN
A. HASIL PENGAMATAN 
Berikut ini penulis jelaskan beberapa poin yang menjadi fokus dari hasil pengamatan
1. Proses Belajar Mengajar di LPU Manila
    Proses perkuliahan menjadi salah satu pokok bahasan penulis dalam laporan kali ini, ada beberapa poin yang akan penulis bahas antaralain:
a. Dosen Pengajar
Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebar luaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam poin ini penulis mengamati metode pembelajaran yang dilakukan oleh dosen LPU. Penulis memilih salah satu dosen sebagai contoh yaitu dosen pengampu mata kuliah Public Relation & Spescial Event Managemt yaitu Prof, Maria Rebecca Litan.
Melihat metode yang dilakukan beliau mengacu kepada model pembelajaran aktif ( active learning) yaitu dengan menciptakan suasana perkuliahan yang aktif, baik dari dosen maupun mahasiswa saling berinteraksi bertukar pikir.
Pada saat sebelum memulai perkuliahan mahasiswa dituntut untuk menyampaikan ide ide untuk mencapai tujuan pada materi .
b. Mahasiswa 
Selama mengikuti kegiatan sit in program penu;is mengamati perilaku mahasiswa yang ada di LPU . Mahasiswa dari berbagai negera di dunia, anataralain; Indonesia, Korea, China, Pakistan, Brunei, dan lain lain.
c. Suasana Dalam Prosess Perkuliahan
Suasana pada proses perkuliahan yang penulis amati tidak jauh berbeda dengan proses perkuliahan di universitas pancasakti Tegal
Suasana belajar di LPU Manila tergolong sangat santai, sehingga mahasiswa menjadi lebih terbuka untuk aktif di ruang kuliah. 
Dosen dan mahasiswa bisa saling bertukar ide, Pendapat, dan belajar untuk berpikir kritis.
d. Fasilitas Sebagai Penunjang Proses Perkuliahan
Fasilitas turut berpengaruh dalam meningkatkan kualitas dari proses perkuliahan, semakin baik fasilitas yang diberikan maka diharapkan semakin mudah untuk meningkatkan kualitas dari proses perkuliahan itu sendiri.
Fasilitas yang berada di Lyceum of the philippines university sudah sangat baik. Fasilitas dalam hal untuk menunjang proses perkuliahan yang baik, yaitu; Ruang kelas nyaman, pengeras suara untuk proses belajar mengajar, proyektor, wifi, lift, idcard, dll.
2. Lifestyle mahaasiswa
    Penulis melakukan pengamatan pada gaya hidup mahasiswa di Philippines yang keseluruhan telah penulis rangkum di dalam poin ini,
   Mahasiswa Philippines secara gaya hidup tidak jauh berbeda dengan pemuda kota besar di Indonesia. Bagi mereka, hal hal seperti Clubbing, bertattoo, bertindik (Pria)
3. Lingkungan kampus LPU
Lingkungan berpengaruh terhadap rasa kenyamana dan ketentraman, begitu pula dengan lingkungan di sekitar kampus LPU. Lingkungan kampus terasa nyaman ketika sekeliling kampus LPU memiliki taman dan memiliki wifi yang lancar untuk mahasiswa dan memiliki teras dan panggung yang amat besar untuk mahasiswa bersantai, menugas dan beraktivitas.
B. Perbandingan antara Universitas Pancasakti dengan Lyceum of the philippines Manila
1. Model perkuliahan di LPU
    Hasil pengmatan Penulis mengenai model perkuliahan di LPU selama mengikuti kegiatan Sit-in Program menyimpulkan bahwa dengan menggunakan model perkuliahan aktif (Active Learning) dirasa sangat efektif untuk membentuk mahasiswa sebagai tokoh utama dalam proses pembelajaran. Para mahasiswa diberi kesempatan untuk berbagi ilmu, serta saling koreksi dan mengkritis wacana yang dipaparkan serta pembelajaran langsung melalui praktek di dalam kelas. Hasilnya, suasana perkuliahan terasa begitu atraktif dan tidak membosankan walau harus berjam jam duduk di bangku perkulihan.
   Belajar dengan gaya seperti ini sangat efektif mencairkan kesadaran kritis dan meningkatkan keterlibatan mahasiswa. Juga dapat berpotensi meningkatkan serta menumbuhkan daya kreatifitasmahasiswa dalam memanfaatkan potensi kesadaran yang dimiliki.
2. Model perkuliahan di UPS Tegal
    Tidak jauh berbeda dengan LPU sebenarnya proses pembelajaran di UPS tegal juga mengacu kepada model perkuliahan aktif. Tetapi yang membedakan adalah dari mahasiswa yang masih belum berani untuk mengkritis atau mengemukakan pendapatnya.
Mahasiswa masih belum mampu untuk mengembangkan diri dan menepatkan diri sebagai tokoh di dalam proses pembelajaran.
    Mahasiswa bukanlah “wadah kosong” yang kemudian harus di isi dengan ilmu dari dosen semata. Namun, mahasiswa dituntut membawa bekal ilmu setiap memasuki perkuliahan.. tidak serta merta hanya menunggu ilmu dari dosen maupun peserta disik lain.
3. Perbandingan antara LPU dengan UPS Tegal
   Berikut ini penulis simpulkan beberapa perbedaan yang penulis temukan di LPU dengan UPS Tegal, yaitu:
- Pertama, mahasiswa LPU dalam kegiatan perkuliahan sehari-hari menggunakan Id.cardsetiap masuk kedalam kampus dan selalu ada pengecekan tas, untuk prodi komunikasi sendiri sama dengan prodi komunikasi di UPS Tegal menggunakan seragam bebas.
- Kedua, perbedaan fasilitas masih dirasa sangat banyak. Ruang kuliah yang nyaman dan memadai, memiliki laboratorium, workshop, dan fasilitas pendukung lainnya yang masih dirasa lebih baik dibandingkan UPS Tegal
- Ketiga, kelonggaran aturan LPU terkait diperbolehkannya membawa makanan dan memakan didalam kelas selama proses belajar mengajar berlangsung. Pemandangan yang aneh ketika kita melihat mahasiswa ke ruangan kelas membawa makanan dan minuman. Mahasiswa makan sambil mengikutin perkuliahan di dalam kelas.
- Keempat, hubungan antara mahasiswa dengan dosen yang begitu harmonis. Hubungan harmonis dosen dengan mahasiswa juga terjalin di UPS Tegal, akan tetapi kami masih mengutamakan kesopanan, dan sewajarnya.
Dan masih banyak lagi perbedaan antara LPU dengan UPS Tegal. Akan tetapi tidak bisa kami sebutkan secara rinci.
Perbedaan yang tersebut diatas akan sangat membantu UPS Tegal menjadi lebih baik dengan mengambil segala hal yang positif dari Lyceumofthephilippines. Karena salah satu tujuan daiadakannya program sit-in ini adalah untuk mengambil segala hal positif dari LPU untuk kemajuan dan kebaikan UPS Tegal di masa yang akan datang.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
    Program sit-in UPS Tegal ke Lyceum of the philippines ini merupakan kesekian kali program ini dilaksanakan.
    Banyak manfaat yang didapatkan dari universitas juga terhadap mahasiswa, khususnya yang telah mengikuti program sit-in ini. Tidak hanya mengerti budaya bangsa lain akan tetapi juga menghargai budaya lain. Mengambil apa yang baik dan meninggalkan apa yang kurang baik.
    Dari kedua universitas masingmasing ada yang lebih baik, dari segi pembelajaran yang berbeda, sosial budaya belajar mengajar di kampus maupun diluar kampus yang berbeda, dan dari program ini kita bisa bisa saling bertukar pikir, tukaer pendapat. Sehingga pada akhirnya menjadikan kedua universitas menjadi lebih baik lagi dimasa mendatang.

B. Saran 
1. Saran untuk universitas 
    perlu adannya persiapan apapun yang lebih matang dalam kegiatan program sit-in/ student exchange selanjutnya sehingga tidak terkesan mendadak.
     Komunikasi antar jajaran Universitas untuk lebih ditingkatkan lagi dan pihak pihak yang ikut serta dan bertanggung jawab atas terlaksanakannya program ini bisa berjalan lebih baik.
Hendaknya perlu dilakukan peninjauan ulang dan evaluasi dari bentuk kerjasama antara pihak universitas pancasakti tegal dengan lyceum of the philippines university.
2. Saran untuk peserta sit-in/ exchange
    Untuk peserta yang akan datang. Diharapkan untuk menjalin keakraban dan kekompakan dengan peserta lain terlebih dahulu. Atau juga bisa menghubungi mahasiswa yang pernah mengikuti kegiatan yang serupa. Hal ini dimaksudkan untuk mencari segala informasi mengenai keperluan disana yang harus dipersiapkan mulai dari Indonesia, dengan harapan kegiatan selama selamadisana bisa berjalan dengan baik. 
     Sebelum berangkat, peserta sit-in / student exchange sebaiknnya untuk melakukan persiapan yang lebih matang dalam hal akademiknya, dan mempersiapkan pengetahuan mengenai budaya Indonesia dan negara yang dituju secara lebih luas serta mempelajari bahasa asing selain bahasa inggris terutama bahasa daerah tempat yang akan dituju. Dengan harapan para peserta telah memiliki pengetahuan dan bekal wawasan yang cukup sebelum berangkat ke negara yang dituju.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Laporan Kegiatan SIT - IN Program Lcyeum Of The Philippines University Manila"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel