Makalah Motivasi Belajar

   Anak malas belajar dan lebih mementingkan gadgetnya itulah yang terjadi di jaman sekarang sungguh ironis bukan oleh karena tugas sekolah kali ini akan membahas bagaimana anak - anak jaman sekarang bisa termotivasi lagi dalam belajar.Berikut beberapa tips dan ide supaya anak kembali lagi termotivasi dalam belajar yang sudah saya bentuk dalam format makalah sebagai berikut.Semoga bermanfaat :
( Ilustrasi anak-anak belajar )
KATA PENGANTAR
     Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat ALLAH SWT,karena atas berkat dan rahmat-NYA lah, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu. Dan tak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada guru yang telah membimbing kami dalam menyusun makalah ini.
    Selain dari pada itu kami juga ingin mengucapkan teima kasih kepada teman-teman sekalian yang telah memberi kami support, dan dan banyak inspirasi dan motivasi-motivasi yang sangat bermanfaat bagi terwujutnya makalah ini. 
Tegal,    Februari 2019

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
     Pendidikan dan pengajaran adalah suatu proses yang sadar tujuan. Tujuan dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk memberikan rumusan hasil yang diharapkan peserta didik setelah melaksanakanpengalaman belajar. Tercapaitidaknya tujuan pengajaran salah satunya adalahterlihat dari prestasi belajar yang diraih peserta didik.Dengan prestasi yang tinggi, para peserta didik mempunyaiindikasi berpengetahuan yang baik.Salah satu faktor yang mempengaruhiprestasi peserta didik adalah motivasi. Dengan adanyamotivasi, peserta didik akan belajar lebih keras, ulet, tekundan memiliki dan memiliki konsentrasi penuh dalamproses belajar pembelajaran. Dorongan motivasidalam belajar merupakan salah satu hal yang perludibangkitkan dalam upaya pembelajaran di sekolah.
     Penelitian Wasty Soemanto (2003)menyebutkan, pengenalan seseorang terhadapprestasi belajarnya adalah penting, karena denganmengetahui hasil-hasil yang sudah dicapai makapeserta didik akan lebih berusaha meningkatkan prestasibelajarnya. Dengan demikian peningkatan prestasibelajar dapat lebih optimal karena peserta didik tersebutmerasa termotivasi untuk meningkatkan prestasibelajar yang telah diraih sebelumnya.Biggs dan Tefler mengungkapkan motivasi belajarpeserta didik dapat menjadi lemah. Lemahnya motivasi atautiadanya motivasi belajar akan melemahkankegiatan, sehingga mutu prestasi belajar akanrendah. Oleh karena itu, mutu prestasi belajar padapeserta didik perlu diperkuat terus-menerus. Dengan tujuanagar peserta didik memiliki motivasi belajar yang kuat,sehingga prestasi belajar yang diraihnya dapatoptimal.
     Motivasi belajar yang dimiliki peserta didik dalamsetiap kegiatan pembelajaran sangat berperan untukmeningkatkan prestasi belajar peserta didik dalam matapelajaran tertentu. Siswa yangbermotivasi tinggi dalam belajar memungkinkanakan memperoleh hasil belajar yang tinggi pula,artinya semakin tinggi motivasinya, semakinintensitas usaha dan upaya yang dilakukan, makasemakin tinggi prestasi belajar yang diperolehnya. Oleh karena itu, dalam proses pengajaran sangat diperlukan adanya motivasi. Hal inilah yang melatarbelakangi disusunya makalah mengenai “Motivasi Belajar” ini.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakan diatas, maka lahirlah rumusan masalah untuk makalah ini, sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan motivasi?
2. Apa saja jenis-jenis motivasi?
3. Apa saja prinsip motivasi belajar?
4. Bagaimana cara seorang guru meningkatkan motivasi belajar peserta didik?

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah terbentuk maka tujuan penyusunan makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahuiapa yang dimaksud dengan motivasi.
2. Untuk mengetahuiapa saja jenis-jenis motivasi.
3. Untuk mengetahuiapa sajaprinsip motivasi belajar.
4. Untuk mengetahui bagaimana cara seorang guru meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Motivasi
    Pada dasarnya motivasi adalah suatu usahayang disadari untuk menggerakkan, menggarahkandan menjaga tingkah laku seseorang agar iaterdorong untuk bertindak melakukan sesuatusehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu.Menurut Clayton Alderfer (dalam Nashar, 2004:42) Motivasi belajar adalah kecenderunganpeserta didik dalam melakukan kegiatan belajar yangdidorong oleh hasrat untuk mencapai prestasi atauhasil belajar sebaik mungkin.
  Motivasi dipandang sebagai dorongan mentalyang menggerakkan dan mengarahkan perilakumanusia, termasuk perilaku belajar. Dalam motivasiterkandung adanya keinginan yang mengaktifkan,menggerakkan, menyalurkan dan mengarahkansikap serta perilaku pada individu belajar(Koeswara, 1989 ; Siagia, 1989 ; Sehein, 1991 ; Biggs dan Tefler, 1987 dalam Dimyati dan Mudjiono, 2006).
Baca Juga : Makalah Kesulitan Belajar
   Motivasi merupakan faktor penggerak maupun dorongan yangdapat memicu timbulnya rasa semangat dan juga mampu merubahtingkah laku manusia atau individu untuk menuju pada hal yang lebihbaik untuk dirinya sendiri. Sardiman (2008: 75) mendefinisikanmotivasi sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri peserta didikyang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan darikegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar,sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapattercapai. 
    Motivasi adalah perubahan dalam diri atau pribadi seseorangyang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapaitujuan. Motivasi dapat ditinjau dari dua sifat, yaitu motivasi intrinsikdan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah keinginan bertindakyang disebabkan pendorong dari dalam individu, sedangkan motivasiekstrinsik adalah motivasi yang keberadaannya karena pengaruh dariluar individu. Tingkah laku yang terjadi dipengaruhi oleh lingkungan.
   Motivasi belajar adalah proses yang memberi semangat belajar,arah, dan kegigihan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalahperilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan lama (Agus Suprijono, 2009: 163). Winkel (1983: 270) mendefinisikan bahwa“Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diripeserta didik yang menimbulkan kegiatan serta memberi arah pada kegiatanbelajar”.
   Dari berbagai pengertian di atas dapat diambil pengertian bahwa motivasi belajar adalah suatu dorongan atau daya penggerakdari dalam diri individu yang memberikan arah dan semangat padakegiatan belajar, sehingga dapat mencapai tujuan yang dikehendaki.Jadi peran motivasi bagi peserta didik dalam belajar sangat penting. Denganadanya motivasi akan meningkatkan, memperkuat dan mengarahkanproses belajarnya, sehingga akan diperoleh keefektifan dalam belajar.
Terdapat enam konsep penting motivasi belajar yaitu:
1. Motivasi belajar adalah proses internal yang mengaktifkan, memandu danmempertahankan perilaku dari waktu ke waktu. Individu termotivasi karena berbagaialasan yang berbeda, dengan intensitas yang berbeda. Sebagai misal, seorang mahapeserta didikdapat tinggi motivasinya untuk menghadapi tes ilmu sosial dengantujuan mendapatkannilai tinggi (motivasi ekstrinsik) dan tinggi motivasinya menghadapi tes matematika karena tertarik dengan mata pelajaran tersebut (motivasi intrinsik).
2. Motivasi belajar bergantung pada teori yang menjelaskannya, dapat merupakan suatukonsekuensi dari penguatan (reinforcement), suatu ukuran kebutuhan manusia, suatuhasil dari disonan atau ketidakcocokan, suatu atribusi dari keberhasilan atau kegagalan,atau suatu harapan dari peluang keberhasilan.
3. Motivasi belajar dapat ditingkatkan dengan penekanan tujuan-tujuan belajar danpemberdayaan atribusi.
4. Motivasi belajar dapat meningkat apabila dosen membangkitkan minat mahasiswa,memelihara rasa ingin tahu mereka, menggunakan berbagai macam strategi pengajaran,menyatakan harapan dengan jelas, dan memberikan umpan balik (feed back) dengansering dan segera.
5. Motivasi belajar dapat meningkat pada diri mahasiswa apabila dosen memberikanganjaran yang memiliki kontingen, spesifik, dan dapat dipercaya.
6. Motivasi berprestasi dapat didefinisikan sebagai kecendrungan umum untukmengupayakankeberhasilan dan memilih kegiatan-kegiatan yang berorientasi padakeberhasilan/kegagalan.
    Menurut Utami Munandar (1992: 34-35), ciri-ciri peserta didik yang bermotivasi antara lain : 1) tekun dalam menghadapi tugas; 2) ulet dalam menghadapi kesulitan; 3) tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi; 4) ingin mendalami lebih jauh materi yang dipelajari; 5) selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin; 6) menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah; 7) senang dan rajin belajar, penuh semangat, dan tidak cepat bosan dengan tugas-tugas rutin; 8) dapat mempertanggungjawabkan pendapat-pendapatnya; 9) mengejar tujuan jangka panjang; 10) senang mencari soal dan memecahkan soal.

B. Jenis-Jenis Motivasi
      Sebagai kekuatan mental, motivasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu motivasi primer dan motivasi sekunder.
1. Motivasi primer adalah motivasi didasarkan pada motif-motif dasar. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis dan jasmania seseorang. Jenis motivasi ini termasuk memelihara kesehatan, minum, istirahat, mempertahankan diri, keamanan, membangun dan kawin.
2. Motivasi sekunder adalah motivasi yang dipelajari. Jenis motivasi ini dapat berupa: kebutuhan organisme seperti ingin tahu, memperoleh kecakapan, berprestasi, dan motof-motif sosial seperti kasih sayang, kekuasaan dan kebebasan.

C. Prinsip Motivasi Belajar
    Motivasi memiliki beberapa prinsip dasar dalam kegiatan pembelajaran. Prinsip-prinsip dasar tersebut yaitu:
1. Pujian lebih efektif dari pada hukuman.
2. Pemahaman yang jelas terhadap tujuan akan merangsang motivasi.
3. Semua peserta didik mempunyai kebutuhan psikologis tertentu yang harus mendapat kepuasan.
4. Motivasi yang berasal dari dalam individe lebih efektif dari pada motivasi yang dipaksakan dari luar.
5. Motivasi yang besar erat hubungannya dengan kreativitas peserta didik.

D. Cara Guru Meningkatkan Motivasi Belajar
    Dalam pelaksanaan pembelajaran, terdapat beberapa cara untuk menumbuhkan motivasi belajar, yaitu: mamberi angka, hadiah, saingan/kompetisi, ego-involvement, memberi ulangan, mengetahui hasil, pujian, hukuman, hasrat untuk belajar, minat dan tujuan.
1. Memberi angka
    Memberi angka dalam pembelajaran mempunyai arti penting bagi peserta didik. Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajar peserta didik. Banyak peserta didik, hanya termotivasi belajar karena mengejar nilai ulangan atau nilai-nilai pada raport supaya angkanya baik. Angka-angka yang baik itu bagi para peserta didik merupakan motivasi yang sangat kuat. Tetapi ada juga peserta didik, belajar hanya ingin mengejar pokoknya naik kelas saja. Ini menunjukkan motivasi yang dimilikinya kurang berbobot bila dibandingkan dengan teman-temanya yang menginginkan angka baik. Namun demikian, semua itu harus diingat oleh guru bahwa pencapaian angka-angka seperti itu belum merupakan hasil belajar yang sejati, hasil belajar yang bermakna. Oleh karena itu, langkah selanjutnya yang ditempuh oleh guru adalah bagaimana cara memberikan angka-angka dapat dikaitkan dengan values yang terkandung didalam setiap pengetahuan yang diajarkan kepada para peserta didik, sehingga tidak sekedar kognitif saja tetapi juga keterampilan dan afektifnya.
Baca Juga : Makalah Konflik Sosial
2. Hadiah
     Hadiah dapat juga sikatakan sebagi motivasi, tetapi tidaklah selalu demikian. Karena hadiah untuk suatu pekerjaan, mungkin tidak aakan menarik bagi seseorang yang tidak senang dan tidak berbakat untuk sesuatu pekerjaan tersebut. Sebagai contoh hadiah yang diberikan untuk gambar yang terbaik mungkin tidak akan menarik bagi peserta didik yang tidak memiliki bakat menggambar.
3. Saingan/kompetisi
     Saingan atau kompetisi dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong balajar peserta didik. Persaingan, baik persaingan individual maupun persaingan kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Memang unsur persaingan ini banyak dimanfaatkan di dalam dunia industri atau perdagangan, tetapi juga sangat baik digunakan untuk meningkatkan kegiatan belajar peserta didik.
4. Ego-involvement
      Menumbuhkan kesadaran kepada peserta didik agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagi tantangan sehingga bekerja keras dengan mempertaruhkan harga diri, adalah salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Seseorang akan berusaha dengan segenap tenaga untuk mencapai prestasi yang baik dengan harga dirinya. Penyelesaian tugas dengan baik adalah simbol kebangganan dan harga diri, begitu juga untuk peserta didik sebagai subjek belajar. Para peserta didik akan belajar dengan keras, bisa jadi karena harga dirinya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah diatas adalah:
1. motivasi belajar adalah suatu dorongan atau daya penggerakdari dalam diri individu yang memberikan arah dan semangat padakegiatan belajar, sehingga dapat mencapai tujuan yang dikehendaki.
2. Sebagai kekuatan mental, motivasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu motivasi primer dan motivasi sekunder. Motivasi dilihat dari sifatnya, dibedakan menjadi dua, yaitu: motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik.
3. Motivasi memiliki beberapa prinsip dasar dalam kegiatan pembelajaran. Prinsip-prinsip dasar tersebut yaitu:Pujian lebih efektif dari pada hukuman; Pemahaman yang jelas terhadap tujuan akan merangsang motivasi; Semua peserta didik mempunyai kebutuhan psikologis tertentu yang harus mendapat kepuasan; Motivasi yang berasal dari dalam individe lebih efektif dari pada motivasi yang dipaksakan dari luar; Motivasi yang besar erat hubungannya dengan kreativitas peserta didik.
4. Dalam pelaksanaan pembelajaran, terdapat beberapa cara untuk menumbuhkan motivasi belajar, yaitu: mamberi angka, hadiah, saingan/kompetisi, ego-involvement, memberi ulangan, mengetahui hasil, pujian, hukuman, hasrat untuk belajar, minat dan tujuan.

B. Saran
    Mahasiswa Pendidikan yang merupakan calon pendidik, kiranya lebih memahami lagi pentingnya motivasi dan bagaimana cara memotivasi peserta didik kita nantinya.

DAFTAR PUSTAKA
Amri, Sofan. 2013. Pengembangan dan Model Pembelajaran Dalam Kurikulum 2013. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.
Haling, Abdul. 2007. Belajar dan Pembelajaran. Makassar: Badan Penerbit UNM.
Hamdu, Ghullam dan Agustina, Lisa. 2011. Pengaruh Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar IPA di Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan. Vol.12. No.1. Jakarta: Universitas Pendidikan Indonesia.
Nugraheni, Fitri. 2009. Hubungan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa (Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi UMK). http://www.eprints.umk.ac.id. Diakses pada tanggal 23 November 2015.
Wahyu, Fitri. 2012. Motivasi Belajar. http://www.eprints.uny.ac.id. Diakses pada tanggal 23 November 2015.
Wijayanti, Wahyu. 2010. Usaha Guru Dalam Membangkitkan Motivasi Belajar Matematika Siswa SMA Negeri 1 Godean. http://www.core.ac.uk. Diakses pada tanggal 23 November 2013.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Makalah Motivasi Belajar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel