Makalah Kesulitan Belajar

       Anak- anak jaman sekarang lebih sibuk dengan gadgetnya entah itu di lingkungan sekolah maupun dilingkungan rumah,alhasil merekapun lupa akan kewajiban belajar yang ada cuma sibuk dengan gadgetnya.Berikut tugas sekolah akan membagikan Makalah Mengenai Kesulitan Belajar Bagi Anak – anak jaman sekarang dan cara mengatasi anak supaya rajin belajar :

KATA PENGANTAR
       Segala Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat ALLAH SWT,karena atas berkat dan rahmat-NYA lah, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu. Dan tak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada guru yang telah membimbing kami dalam menyusun makalah ini.
     Selain dari pada itu kami juga ingin mengucapkan teima kasih kepada teman-teman sekalian yang telah memberi kami support, dan dan banyak inspirasi dan motivasi-motivasi yang sangat bermanfaat bagi terwujudnya makalah ini. 

Tegal,    Mei 2019

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
       Dalam kehidupan yang nyata, sering dijumpai suatu keadaan dimana seseorang memiliki kesulitan dalam belajar. Hal itu menyebabkan perkembangan belajar orang tersebut akan menjadi terganggu. Berbagai macam permasalahan belajar ini sering dialami oleh anak-anak. Banyak kejadian seorang anak lebih memilih bermain dengan teman-teman sebayanya daripada menuruti orang tuanya untuk belajar. Ini merupakan salah satu permasalahan yang dapat menyebabkan anak sulit belajar. Oleh karena itu diperlukan kerjasama antara orang tua dan guru dalam mengatasi permasalahan tersebut.
     Seorang guru dituntut untuk mengetahui apa saja yang menjadi kesulitan belajar pada peserta didik dalam belajar, misalnya mengenai teori-teori belajar. Diharapkan guru mampu mengaplikasikan kesulitan belajar pada peserta didik dalam  belajar tersebut  kegiatan belajar mengajar, sehingga setelah melakukan proses belajar siswa akan mengalami perubahan tingkah laku yang relatif menetap. Selain itu, seorang guru atau orang tua juga dituntut untuk dapat memecahakan permasalahan-permasalahan belajar yang dialami anak agar tidak mengganggu perkembangan belajar anak.
    Dalam makalah ini akan dipaparkan mengenai menganalisis kesulitan belajar pada peserta didik, berbagai teori belajar menurut para ahli, kesulitan-kesulitan belajar serta permasalahan belajar ditinjau dari aspek sosial emosional.  Melalui makalah ini diharapkan kita dapat menganalisis permasalahan belajar  dan mampu mencari solusinya
B. Rumusan Masalah
    a. Apa saja pengertian dari kesulitan belajar ?
    b. Bagaimana penyebab kesulitan belajar ?
    c. Bagaimana cara mengenal anak didik yang mengalami kesulitan belajar ?
    d. Bagaimana usaha mengatasi kesulitan belajar ?
C. Tujuan
    a. Mengetahui pengertian dari kesulitan belajar.
    b. Mengetahui penyebab kesulitan belajar.
    c. Mengetahui cara mengenal anak didik yang mengalami kesulitan belajar.
    d. Mengetahui usaha mengatasi kesulitan belajar.

BAB II
PEBAHASAN
A. Pengertian Kesulitan Belajaar
     Setiap anak didik datang kesekolah tidak lain kecuali untuk belajar dikelas agar menjadi orang yang berilmu pengetahuan dikemudian hari. Tidak mesti ketika di sekolah, di rumah pun harus ada waktu yang disediakan untuk kepentingan belajar, tiada hari tanpa belajar adalah ungkapan. Yang tepat bagi anak didik.
     Prestasi belajar yang memuaskan dapat diraih oleh setiap anak didik jika mereka dapat belajar secara wajar, terhindar dari berbagai ancaman, hambatan, dan gangguan. Namun, sayangnya ancaman, hambatan, dan gangguan dialami oleh anak didik tertentu. Sehingga mereka mengalami kesulitan dalam belajar.Tetapi pada kasus tertentu, karena anak didik belum mampu mengatasi kesulitan belajarnya,maka bantuan guru atau orang lain sangat diperlukan oleh anak didik. Tetapi di sadari atau tidak kesulitan belajar datang kepada anak didik, Namun, begitu usaha demi usaha harus diupayakan dengan berbagai srategi dan pendekatan agar anak didik dapat di bantu keluar dari kesulitan belajar.sebab bila tidak, gagallah anak didik meraih prestasi belajar yang memuaskan.
     Adalah suatu pendapat yang keliru dengan mengatakan bahwa kesulitan anak didik disebabkan rendahnya inteligensi. Karna dalam kenyataan cukup banyak anak didik yang memiliki inteligensi yang tinggi, tetapi hasil belajarnya rendah, jauh dari yang di harapkan.Tetapi juga tidak di sangkal bahwa inteligensi yang tinggi memberi peluang yang besar bagi anak didik untuk meraih prestasi belajar yang tinggi.
Baca Juga : Makalah Hormat Kepada Guru
     Kesulitan belajar yang dirasakan oleh anak didik bermacam-macam yang dapat dikelompokkan menjadi empat macam, yaitu sebagai berikut.
     1. Dilihat dari jenis kesulitan belajar
          - ada yang berat
          - ada yang sedang
     2. Dilihat dari mata pelajaran yang dipelajari.
          - ada yang sebagian mata pelajaran.
          - ada yang sifatnya sementara.
    3. Dilihat dari sifat kesulitannya.
         - ada yang sifatnya menetap
         - ada yang sifatnya sementara.
    4. Dilihat dari segi faktor penyebabnya
         - ada yang karena faktor inteligensi
         - ada yang karena faktor non-inteligensi
       Akhirnya, berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar adalah suatu kondisi dimana anak didik tidak dapat belajar secara wajar, disebabkan adanya ancaman, hambatan,ataupun gangguan dalam belajar.                                                                                              
B. Beberapa Penyebab Kesulitan Belajar
       Banyak sudah para ahli yang mengemukakan faktor-faktor penyebab kesulitan belajar dengan sudut pandangan mereka masing-masing. Ada yang meninjaunya dari sudut intern anak didik dan ekstrn anak didik. Menurutnya faktor-faktor anak didik meliputi ganguan atau kekurang mampuan psiko-fisik anak didik, yakni berikut ini.
1. Yang bersifat kognitif (ranah cipta), antara lain seperti rendahnya kapasitas intelektual/inteligensi anak didik.
2.  Yang bersifat afektif (ranah rasa), antara lain seperti labinya emosi dan sikap.
3. Yang bersifat psikomotor (ranah karsa), antara lain seperti terganggunya alat-alat indra penglihatan dan pendengaran (mata dan telinga).
          Sedangkan faktor ekstrn anak didik meliputi semua situasi dan kondisi lingkungan     sekitar yang tidak mendukung aktivitas belajar anak didik. Faktor lingkungan ini meliputi:
1. Lingkungan keluarga, contohnya:Ketidak harmonisan hubungan antara ayah dengan ibu, dan rendahnya kehidupan ekonomi keluarga.
2. Lingkungan perkampungan/masyarakat, contohnya: wilayah perkampungan kumuh (slum area)dan teman sepermainan (peer grup)yang nakal.
3. Lingkungan sekolah, contohnya; kondisi dan letak gedung sekolah yang buruk seperti dekat pasar, kondisi guru serta alat-alat belajar yang berkualitas rendah.
      Selain faktor –faktor yang bersifat umum diatas, ada pula faktor-faktor lain yang juga menimbulkan kesulitan belajar anak didik.Faktor-faktor ini dipandang sebagai faktor khusus.Misalnya sidrom psikologis berupa learning disability (ketidak mampuan belajar).sindrom(syndrome) berarti satuan gejala yang muncul sebagai indikator adanya keabnormalan psikis yang menimbulkan kesulitan belajar anak didik.
      Anak didik yang memiliki sindrom-sindrom di atas secara umum sebenarnya memiliki IQ yang normal dan bahkan di antaranya adanya yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata.Oleh karenanya, kesulitan belajar anak didik yang menderita sindrom-sindrom tadi mungkin hanya disebabkan oleh adanya gangguan ringan pada otak (minimal) brain dyfuction. (Muhibbin syah, 1999; 165 ).
     Jika sudut pandang di arahkan pada aspek lainnya, maka faktor-faktor penyebab kesulitan belajar anak didik dapat di bagi menjadi faktor anak didik, sekolah, dan masyarakat                                         
1. Faktor Anak Didik
    Anak didik adalah subjeck yang belajar.Dialah yang merasakan langsung penderitaan akibat kesulitan belajar.untuk mendapat gambar faktor-faktor apa saja dapat menjadi penyebab kesulitan belajar anak didik, maka akan dikemukakan seperti berikut ini.         
a.   Inteligensi (IQ) yang kurang baik.
b.  Bakat yang kurang atau tidak sesuai dengan bahan pelajaran yang dipelajari atau yang diberikan oleh guru.
c.  Faktor emosional yang kurang stabil.Misalnya, mudah tersinggung, pemurung, pemarah, selalu bingung dalam menghadapi masalah,selalu sedih tanpa alasan yang jelas, dan sebagainya.
d. Aktivitas belajar yang kurang.Lebih banyak malas dari pada melakukan kegiatan belajar.Menjelang ulangan baru belajar.
e. Kebiasaan belajar yang kurang baik.Belajar dengan penguasaan ilmu pengetahuan pada tingkat hafalan, tidak dengan pengertian (insight), sehingga sukar di transfer ke situasi yang lain.
f. Penyesesuaian sosial yang sulit.Cepatnya penyerapan bahan pelajaran oleh anak didik tertentu anak didik menyebabkan anak didik susah menyesuaikan diri untuk mengimbanginya dalam belajar.
g. Latar belakang pengalaman yang pahit.Misalnya, anak didik sekolah sambil kerja. Kemiskinan ekonomi orang tua memaksa anak didik harus bekerja demi membiayai sendiri uang sekolah waktu yang seharusnya di pakai untuk belajar dengan sangat terpaksa di gunakan untuk bekerja.
h.  Cita-cita tidak relevan (tidak sesuai dengan bahan pelajaran yang dipelajari).
i.  Latar belakang pendidikan yang di masuki dengan sistem sosial dan kegiatan belajar mengajar di kelas yang kurang baik.
j. Ketahanan belajar (lama belajar) tidak sesuai dengan tuntutan waktu belajarnya.Ketidakmampuan guru mengakomodasikan jadwal kegiatan pembelajaran dengan ketahanan belajar anak didik, sehingga kesulitan belajar dirasakan oleh anak didik.
k. Keadaan fisik yang kurang menunjang.Misalnya, cacat tubuh yang ringan seperti kurang pendengaran, kurang penglihatan, dan ganguan psikomotor.
l.  Kesehatan yang kurang baik.Misalnya, sakit kepala,sakit perut, sakit mata, sakit gigi, sakit flu,atau mudah capek dan mengantuk karena kurang gizi.
m. Seks atau pernikahan yang tak terkendali.Misalnya, terlalu in tim dangan lawan jenis,berpacaran,dan sebagainya.
n.  Pengetahuan dan keterampilan dasara yang kurang (kurang mendukung) atas bahan yang di pelajari.Kemiskinan penguasan atas bahan dasar dari pengetahuan dan keterampilan yang pernah depelajari akan menjadi kendala menerima dan mengerti sekaligus menyerap materi pelajar yang baru.
o.  Tidak ada motifasi dalam belajar.Materi pelajar sukar diterima dan diserap bila anak didik tidak memiliki motivasi untuk belajar.
2.faktor sekolah
              Sekolah adalah lembaga pendidikan formal tempat pengabdian guru dan   rumah rehabilitas anak didik.Sebagai lembaga pendidikan yang setiap hari anak didik datangi  tentu saja mempunyai dampak yang besar bagi anak didik. Bila tidak, maka sekolah ikut terlibat manimbulkan kesulitan belajar bagi anak didik.Maka wajarlah bermunculan anak didik yang berkesulitan belajar.Faktor-faktor apa saja dari lingkungan sekolah yang di anggap dapat menimbulkan kesulitan belajar bagi anak didik? Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut.
a.       Pribadi guru yang tidak baik
b.      Guru tidak berkualitas.
c.       Hubungan guru dengan anak didik kurang harmonis.
d.      Guru-guru menuntut standar pelajaran di atas kemampuan anak.
e.       Guru tidak memiliki kecakapan dalam usaha mendiagnisis kesulitan belajar anak didik.
f.       Cara guru mengajar yang kurang baik.
g.      Alat/media yang kurang memadai.
h.    Perpustakaan sekolah kurang memadai dan kurang merangsang penggunaannya oleh anak didik.
i.        Fasilitas fisik sekolah yang tak memenuhi syarat kesehatan dan tak terpelihara dengan baik.
j.        Suasana sekolah yang kurang menyenangkan.
k.      Bimbingan dan penyeluruhan yang tidak berfungsi.
l.        Kepemimpinan dan administrasi.
m.    Waktu sekolah dan di siplin yang kurang.
Baca Juga : Makalah Kesehatan Reproduksi Remaja
3.Faktor keluarga
         Keluarga adalah lembaga pendidikan informal (luar sekolah) yang di akui keberadaannya dalam dunia pendidikan.Hubungan darah antara kedua orang tua dengan anak menjadikan keluarga sebagai lembaga pendidikan yang alami.Keharmonisan hubungan keluarga serumah merupakan syarat mutlak yang harus ada di dalam nya.ada beberapa faktor dalam keluarga yang menjadi penyebab kesulitan belajar anak didik sebagai berikut.
a.       Kekurangan kelengkapan alat-alat  belajar bagi anak di rumah sehingga kebutuhan belajar yang di perlukan itu, tidak ada,maka kegiatan belajar anak pun terhenti untuk beberapa waktu.
b.      Kurangnya biaya pendidikan yang disediakan orang tua sehingga anak harus ikut memikirkan bagaimana mencari uang untuk biaya sekolah hingga tamat.
c.       Anak tidak mempunyai ruang dan tempat belajar yang khusus di rumah.
d.      Ekonomi keluarga yang terlalu lemah atau tinggi yang membuat anak berlebih-lebihan.
e.       Kesehatan keluarga yang kurang baik.
f.       Perhatian orang tua yang tidak memadai.
g.      Kebiasaan dalam keluarga yang tidak menunjang.
h.      Kedudukan anak dalam keluarga yang menyedihkan.
i.        Anak yang terlalu  banyak membantu orang tua.
4.Faktor Masyarakat Sekitar
      Jika keluarga adalah komunitas masyarakat terkecil,maka masyarakat adalah komunitas masyarakat dalam kehidupan sosial yang tersebar.Pergaulan yang terkadang kurang bersahabat sering memicu komflik sosial.Gosip bukanlah ucapan dalam pandang masyarakat tertentu.Keributan,pertengkaran,perkelahian, perampokan, pembunuhan,penjudian perilaku jahiliyah lainnya sudah menjadi santapan sehari-hari dalam masyarakat.
    Perilaku negatif di atas sungguh naib dan siapa pun tak sanggup melawannya apalagi menghilangkannya dari pentas kehidupan.Anak didik hidup dalam komonitas  masyarakat yang heterogen adalah suatu kenyataan yang harus di akui. Kegaduhan,kebisingan,keributan,pertengkaran,kemalingan,perkelahian dan sebainya sudah mwrupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat yang heterogen. Kondisi dan suasana lingkungan masyarakat seperti di atas sering dilihat dan di dengar. Kondisi dan suasana lingkungan hidup masyarakat yang tenang ,aman,dan tentram seharusnya sudah tercipta secara menyeluruh dan terpadu,sehingga jauh dari ancaman dan gangguan.Anak didik yang hidup di dalmnya terjamin keamananya, Sehingga dapat belajar dengan tenang.
C. Cara Mengenal Anak Didik Yang Mengalami Kesulitan Belajar
     Seperti telah dijelaskan bahwa anak didik yang mengalami kesulitan belajar adalah anak didik yang tidak dapat belajar secara wajar, disebabkan adanay,ancaman,hambatan, ataupun gangguan dalam belajar, sehingga menampakkan gejala-gejala yang bisa diamati oleh orang lain, guru, ataupun ornag tua.
Beberapa gejala sebagai indikator adanya kesulitan belajar anak didik. Dapat dilihat dari petunjuk-petunjuk berikut.
1. Menunjukkan prestasi belajar yang rendah,dibawah rata-rata nilai yang di capai oleh kelompok anak didik di kelas.
2. Hasil belajar yang di capai tidak seimbang dengan usaha yang di lakukan.Padahal anak didik sudah berusaha belajar dengan keras,tetapi nilainya selalu rendah.
3. Anak didik labat dalam mengerjakan tugas-tugas belajar, Ia selalu tertinggal dengan kawan-kawannya dalam segala hal,misalnya mengerjakan soal-soal dalam waktu lama baru selesai,dalam mengerjakan tugas-tugas selalu menunda waktu.
4. Anak didik menunjukkan sikap yang kurang wajar,seperti acuh tak acuh, berpura-pura, berdusta, mudah tersainggung, dan sebagainya.
5.  Anak didik menunjukkan tingkah laku yang tidak seperti biasanya ditunjukkan kepada orang lain. Dalam hal ini misalnya anak didik menjadi pemurung, pemarah, selalu bingung,selalu sedih, kurang gembira, atau mengasingkan diri dari kawan-kawan sepermainan.
6. Anak didik yang tergolong memiliki IQ tinggi, yang secara potensial mereka seharusnya meraih prestasi belajar yang tinggi, tetapi kenyataanya mereka mendapatkan prestasi belajar yang rendah.
7. Anak didik yang menunjukkan prestasi belajar yang tinggi untuk sebagian besar mata pelajaran,tetapi di lain waktu prestasi belajarnya menurun drastis.
          Dari semua gejala yang tampak itu guru bisa menginter-pretasi atau memprediksi bahwa anak kemungkinan mengalami kesulitan belajar,Atau bisa juga dengan cara lain, yaitu melakukan penyelidikan dengan cara.
a. Observasi  adalah suatu cara memperoleh data dengan langsung mengamati terhadap objeck. Sambil melakukan observasi, dilakukan pencatatan terhadap gejala-gejala  yang tampak pada diri subjeck, kemudian di seleksi untuk dipilih yang sesuai dengan tujuan pendidikan.
b. Interviu adalah suatu cara mendapatkan data dengan wawancara langsung terdapat  orang yang terselidiki atau terhadap orang lain.
c. Dokumentasi adalah suatu cara untuk mengetahui sesuatu dengan melihat catatan-catatan, arsip-arsip, dokumen-dokumen, yang berhubungan dengan orang yang di selidiki.Di antara dokumen anak didik yang perlu di cari adalah berhubungan dengan.
-          Riwayat hidup anak didik.
-          Prestasi anak didik .
-          Kumpulan ulangan.
-          Catatan kesehatan anak didik.
-          Buku rapor anak didik .
-          Buku catatan untuk semua mata pelajaran.dan sebagainya.
d. Tes Diagnostik di maksudkan untuk mengetahui kesulitan belajar yang di alami anak didik berdasarkan hasil tes formatif sebelumnya.
D.     Usaha Mengatasi Kesulitan Belajar
         Dalam rangka usaha mengatasi kesulitan belajar tidak bisa di abaikan dengan kegiatan mencari faktor-faktor yang di duga sebagai penyebabnya.Untuk jelasnya tahapan-tahapan dimaksud, ikutilah uraian berikut.
 1. Pengumpulan Data
      Untuk menemukan sumber penyebab kesulitan belajar diperlukan banyak informasi. Untuk memperoleh informasi perlu diadakan pengamatan langsung terhadap objeck yang bermasalah.uUsaha lain yang dapat dilakukan dalam usaha pengumpulan data bisa melalui kegiatan sebagai berikut;
a.       Kunjungan rumah.
b.      Case history .
c.       Daftar pribadi.
d.      Meneliti pekerjaan anak.
e.       Meneliti tugas kelompok
f.       Malaksanakan tes, baik tes IQ maupun tes prestasi.
     Dalam pengumpulan data tidak perlu mencari informasi sebanyak-banyaknya. Sebab setiap informasi yang di terima belum tentu data.sehingga data yang lengkap itu dapat diolah dengan cermat dan sebaik mungkin.
2. Pengolahan data
    Data yang telah terkumpul tidak akan ada artinya jika tidak diolah secara cermat.Karena data yang terkumpul
    Langkah-langkah yang dapat di tempuh dalam pengolahan data adalah sebagai berikut;
a.       Identivikasi kasus .
b.      Membandingkan antar kasus.
c.       Membandingkan dengan hasil tes.
d.      Menarik kesimpulan.

BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
      Kesulitan belajar adalah suatu kondisi di mana anak didik tidak dapat belajar secara wajar, disebabkan adanya ancaman,hambatan ataupun gangguan dalam belajar.jadi penyebab kesulitan belajar peserta didik dengan sudut pandang mereka masing-masing.Walaupun sebenarnya masalah yang menggangu keberhasilan belajar anak didik ini sangat tidak disenangi oleh guru dan bahkan anak itu sendiri.Ada yang meninjaunya dari sudut intern anak didik dan ektern anak didik.
     Dari semua gejala yang tampak itu guru bisa menginter-pretasi atau memprediksi bahwa anak kemungkinan mengalami kesulitan belajar.Dalam rangka usaha mengatasi kesulitan belajar tidak bisa diabaikan dengan kegiatan mencari faktor-faktor yang di duga sebagai penyebab.Karena itu.mencari sumber-sumber penyebab utama dan sumber-sumber penyebab lainnya mutlak di lakukukan secara akurat ,efektif dan efesien.
B. Saran
    Adapun kesulitan yang diderita anak didik tidak hannya yang bersifat menetap,tetapi juga yang bisa dihilangkan dengan usaha-usaha tertentu.Jadi kesulitan belajar  peserta didik dapat diatasi dengan berbagai cara yaitu dengan bantuan guru atau orang lain.

DAFTAR PUSTAKA
Djamarah,Syaiful Bahri,Psikologi Belajar,Jakarta:Rineka Cipta,2008.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Makalah Kesulitan Belajar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel